Bank Aceh Setor Deviden Rp265 Miliar

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, selaku pemegang saham pengendali menghadiriRUPS PT Bank Aceh Syariah melalui video conference di pendopo Gubernur Aceh, Selasa (16/6). FOTO FOR RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – PT Bank Aceh Syari’ah bagikan deviden sebesar Rp265 miliar untuk tahun buku 2019 dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAA).

Besaran diveden meningkat sebesar Rp5 miliar dari tahun 2018 sebesar Rp260 miliar.
Jumlah alokasi deviden tersebut diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), melalui video conference di pendopo Gubernur Aceh, Selasa (16/6). RUPS dihadiri oleh seluruh pemegang saham yang terdiri dari Plt Gubernur dan bupati/wali kota se-Aceh.

Direktur Utama Haizir Sulaiman melalui Sekretariat Perusahaan Sayed Zainal Abidin, mengatakan, Bank Aceh sampai saat ini masih menunjukkan kinerja yang positif dan memberikan kontribusi yang maksimal kepada para pemegang saham dan stakeholder.

“Kinerja ini terus kita jaga dan kita tingkatkan sesuai harapan semua masyarakat Aceh,” ujar Sayed Zainal Abidin.

Dijelaskan, deviden tersebut sebagai bentuk kontribusi nyata Bank Aceh Syariah dalam menyumbang Pendapatan Asli Aceh (PAA) yang menjadi salah satu kontribusi untuk pembangunan daerah.

“Deviden akan disetorkan kepada kas daerah masing-masing pemegang saham pemprov dan pemkab/pemkot sebagai pemegang saham yang direalisasikan dalam bentuk penerimaan daerah murni sesuai dengan share saham atau modal masing-masing daerah,” terangnya.

Penyelenggaraan RUPS ini, merupakan agenda rutin yang diadakan oleh PT Bank Aceh Syariah sebagaimana yang dituangkan dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 dan AD/ART PT. Bank Aceh Syariah Nomor 47 Tahun 2016.

Namun pada tahun ini, penyelenggaraannya sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya mengingat dalam masa pandemi Covid-19, maka RUPS diselenggarakan melalui video conference di masing-masing pendopo bupati dan wali kota se-Aceh dengan tetap mengikuti standar protokoler kesehatan.

Adapun hasil RUPS Tahun Buku 2019, seluruh pemegang saham menerima hasil laporan pertanggungjawaban kinerja Bank Aceh tahun buku 2019 dan pengesahan rencana kerja dan anggaran Bank tahun 2020 dengan berhasil membukukan laba sebesar Rp545, 850 miliar dengan total aset Rp25 triliun sehingga pembagian devien kepada pemegang saham sebesar Rp265 miliar.

Pada RUPS kali ini Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, selaku pemegang saham pengendali mengharapkan kepada jajaran manajemen Bank Aceh Syariah agar serius dan fokus dalam meningkatkan layanan perbankan terutama dalam digitalisasi perbankan yang merupakan keharusan menyahuti kebutuhan nasabah akan kemudahan layanan dan sebagai upaya daya saing kepada para kompetitor.

Para pemegang saham juga meminta jaringan Kantor Bank Aceh agar ditambah supaya seluruh masyarakat dapat menjangkau jaringan Bank Aceh serta IT Bank Aceh diupgrade untuk memberikan layanan yang lebih baik. Tidak hanya itu penyaluran pembiayaan ke sektor produktif agar lebih ditingkatkan lagi.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Aceh juga mengajak kepada seluruh pemegang saham Bank Aceh Syariah untuk terus mendorong kemampuan PT. Bank Aceh Syariah dengan menyertakan penambahan modal sesuai kemampuan daerah masing-masing.

Sebagai pemilik, seluruh pemegang saham bertanggungjawab atas masa depan Bank Aceh Syariah. Gubernur juga mengajak agar seluruh bupati/wali kota berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program Bank Aceh dalam mendorong penguatan ekonomi daerah melalui kordinasi yang berkesinambungan.

Lebih lanjut, gubernur juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh masyarakat Aceh yang tetap setia serta loyal kepada Bank Aceh. Bank ini tumbuh berkembang karena masyarakat.

Sementara para pemegang saham mengucapkan terima kasih kepada Bank Aceh yang telah berperan membantu pencegahan penyebaran Covid-19 di provinsi Aceh. (imj/ra)