Tiga PNS Pemkab Pidie Dicambuk

Salah satu terpidana pelanggar Syariat Islam, didudukan dan dieksekusi cambuk oleh eksekutor di hahalaman kantor Kejaksaan Negeri Pidie, Selasa (16/6). Foto Rakyat Aceh - Dhian Anna Asmara.

SIGLI (RA) – Tiga orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemerintah Kabupaten Pidie, ikut menjalani hukuman cambuk bersama empat pelanggar hukum syariat Islam
di halaman kantor Kejaksaan Negeri Pidie, Selasa (16/6).

Kajari Pidie, Effendi SH MH kepada Rakyat Aceh di lokasi pelaksanaan hukum cambuk mengatakan, seharusnya ada delapan terpidana yang dicambuk, tapi satu orang tidak dicambuk karena sedang sakit.

Ketiga PNS yang menjalani hukum cambuk masing – masing adalah Us bin B (53). Bersangkutan, ditangkap sedang melakukan maisir atau judi.

Selanjutnya, Muj bin Has (47) harus menjalani hukum cambuk sebanyak 100 kali cambukan, karena terbukti melakukan perbuatan memalukan, yakni perbuatan zina.
Ketiga adalah seorang wanita, berinisial Mau binti Zar (41), bersangkutan diperogoki melakukan perbuatan tidak senonoh, atau disebut dengan pelanggaran hukum khalwat. Perempuan ini, dihukum cambuk sebanyak 10 kali cambukan.

Berikutnya, warga yang menjalani cambuk adalah seorang wanita masih muda berusia19 tahun, berinisial Ir Saf binti Sal. Wanita muda ini, dihukum dengan hukuman cambuk sebanyak 100 kali cambukan.

Eksekutor sempat beberapa kali menunda meneruskan cambukannya, karena bersangkutan sempat mengeluh kesakitan dan seterusnya diperiksa tim medis dilokasi cambukan.

Perempuan masih muda belia ini, melakukan perbuatan zina. Sehingga, harus dikenakan hukuman cambuk dan sempat merintih karena menahan kesakitan.

Pada pelaksanaan hukum cambuk kemarin, tidak hanya Ir yang jalani hukuman cambuk 100 kali, tapi seorang perempuan lainnya, berinisial Mur binti Ab (29) juga dihukum cambuk sebanyak 100 kali. Karena, bersangkutan melakukan perbuatan zina.

Perempuan lainnya yang turut menjalani hukum cambuk sebanyak 30 kali cambukan adalah Fit binti Thal (29), dimana perempuan ini melakukan perbuatan yang disebut ikhtilat atau berduaan dengan bukan muhrim.

“Kita tidak melakukan eksekusi hukuman cambuk terhadap Muh Has bin Yus, karena bersangkutan sedang sakit sesuai visum dokter,” sebut Kajari Effendi.

Terkait dengan lokasi yang dipilih untuk pelaksanaan hukuman cambuk, Kajari Effendi menyebutkan, seharusnya tempatnya di halaman luar Masjid Agung Al Fallah Kota Sigli.

Karena khawatir akan banyak masyarakat yang akan datang untuk menyaksikan acara hukuman cambuk di tengah pandemi Covid-19, akhirnya diputuskan untuk dilaksanakan di halaman depan Kantor Kajari Pidie.

“Nah jika disini kan tempatnya cukup aman dan sesuai dengan anjuran menjaga protokol.kesehatan sebagaimana imbauan pemerintah,” tandas Effendi.

Lebih lanjut dalam keterangan perss nya, Kajari Effendi menambahkan, bagi seorang lagi yang tidak dicambuk hari ini, karena sakit merupakan bagian dari hukuman cambuk yang tertunda sesaat, tapi tetap dilanjutkan di hari lain. (mag85/slm)