Kemenag Gayo Lues Launching Kartu Nikah

Pasangan pengantin menerima kartu nikah Kabag TU Kanwil Kemenag Aceh, Saifuddin SE. IST/RAKYAT ACEH

BLANGKEJEREN (RA)– Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gayo Lues melaunching kartu nikah perdana untuk pasangan pengantin di daerah berjuluk Negeri Seribu Bukit tersebut, Kamis (18/6).

Kartu nikah perdana diserahkan langsung Kabag TU Kanwil Kemenag Aceh, Saifuddin SE, kepada pasangan pengantin Hamdan dan Wahyu Hayati yang melaksanakan akad nikah di KUA Blangkejeren hari ini (kemarin).

Hadir pada kesempatan tersebut Kabid Urais dan Binsyar Drs H Hamdan, Kabid PD Pontren Drs Djulaidi MAg, Kabid penaiszawa Drs Azhari, Kakankemenag Gayo Lues Drs H Maiyusri dan forum Kepala KUA Gayo Lues serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Saifuddin mengatakan, penyaluran kartu nikah dilakukan secara bertahap untuk kabupaten/kota di Aceh dan diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) di KUA.
Penyaluran kartu nikah di Gayo Lues diawali KUA Kecamatan Blangkejeren, selanjutnya diikuti KUA lainnya.

Seperti diketahui, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Blangkejeren merupakan KUA kecamatan teladan tingkat Provinsi Aceh dan peringkat 5 nasional tahun 2019. “Tahun 2019 kita sudah melatih aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) yang berbasis web kepada seluruh Operator Bimas Islam Kankemenag kabupaten/kota se-Aceh dan Operator KUA,” katanya.

Ia mengatakan, kartu nikah merupakan salah satu inovasi pelayanan untuk masyarakat yang dilaksanakan oleh Ditjen Bimas Islam Kemenag RI. “Kartu nikah ini adalah sebuah inovasi pelayanan, karena sudah menjadi kebutuhan, saat beberapa penginapan meminta buku nikah dan yang pasti kartu ini bukan pengganti buku nikah, penggunaan buku nikah banyak yang berkaitan dengan administrasi seseorang seperti untuk mendapatkan pinjaman di bank, serta pengurusan paspor di Imigrasi,” ujar Saifuddin.

Ia menegaskan, kartu nikah bukanlah pengganti buku nikah, tetapi menambah penggunaannya yang bisa dibawa kemanapun, sementara buku nikah tetap disimpan di rumah.

“Sekarang di hotel-hotel tertentu dimana ketika seseorang membawa pasangan diminta buku nikah dan banyak hal lainnya. Maka dari itu Bimas Islam terkait perkawinan, berinovasi memberikan kartu nikah,” kata Saifuddin. (yud/bai)