class="post-template-default single single-post postid-32057 single-format-standard wp-custom-logo" >

Menu

Mode Gelap
Anggaran Pidie Jaya 2025 Hilang Rp 45,8 miliar KIP Tetapkan Walikota-Wakil Walikota Lhokseumawe Terpilih Sayuti-Husaini Helikopter Terbakar di Bentong, Malaysia, 1 Petugas Lapangan Meninggal BKN Pangkas Anggaran BBM Hingga Daya Listrik Penembakan Massal di Sekolah Orebro Swedia Tewaskan 10 Orang

METROPOLIS · 21 Jun 2020 03:10 WIB ·

BPJS Kesehatan Paparkan Berbagai Program Kerja, Evaluasi dan Capaian Kepada Pemerintah Aceh


 BPJS Kesehatan Paparkan Berbagai Program Kerja, Evaluasi dan Capaian Kepada Pemerintah Aceh Perbesar

Banda Aceh (RA) –  BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Sumatera Utara dan Aceh menyampaikan beberapa program kerja serta evaluasi dalam meningkatkan derajat kesehatan bagi masyarakat Indonesia, khususnya Provinsi Aceh.

Beberapa program BPJS Kesehatan tersebut disampaikan melalui Kegiatan Forum Pemangku Kepentingan Utama Tingkat Provinsi Aceh, yang dilaksanakan secara virtual dengan turut dihadiri Asisten I Pemerintah Aceh, M. Jafar, Direktur Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh, Azharuddin, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Aceh Abdul Fatah, Anggota DPRA, Muslim, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh dan berserta beberapa SKPA terkait pada Jum’at (19/6).

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumut dan Aceh, Mariamah, dalam paparannya mengatakan, program JKN bukan hanya semata memberikan jaminan pelayanan kesehatan saja. Namun jika melihat lebih jelas kajian yang dilakukan Universitas Indonesia (UI), bahwa dampak program JKN dalam menghilangkan hambatan finansial dan terbukanya akses pelayanan kesehatan cukup besar.

“Kalau kita melihat hasil kajian mereka bahwa dengan program JKN ini meningkatkan efektifitas sosial kontribusinya mencapai 13,6 persen tahun 2015 dan 14 persen tahun 2016 dan ini atas menurunya total GINI Rasio. Jadi dari GINI Rasio tersebut terlihat bahwa terjadi penurunan dan juga kita melihat bahwa dengan program JKN ini meningkatakan usia harapan hidup satu persen penambahan, pemanfaatan rawat inap dan menambah usia 0,31 tahun. jadi ini terkait dengan human capital dan yang lain juga kita melihat bahwa dengan adanya program JKN, kita melihat dari sisi pertumbuhan ekonomi seperti industri,” sebutnya.

Kemudian, lanjutnya, tidak hanya itu. kalau melihat satu persen peserta JKN-KIS itu bertambah dan meningkatkan PDB perkapita sebesar satu juta rupiah. “Sebenarnya kalau kita melihat dari kajian UI bahwa rata-rata pemanfaatan fasilitas kesehatan oleh peserta itu 640, 822 kunjungan perhari kalender. ini yang mereka lakukan dan kaji. mudah-mudahan ini akan menambah dan meningkatkan bukan hanya kualitas dan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, tapi juga meningkatakan kesahjahteraan dalam sisi finansial, “ujarnya.

Lebih lanjut, Mariamah menjelaskan , terkait dengan jaminan kesehatan Aceh. Penduduk yang di daftarkan pemerintah Aceh sampai dengan bulan mei 2020 jumlahnya sebesar 2.154.114 jiwa.

Selanjutnya pemanfaatn JKA yang didaftarkan pemerintah Aceh, juga mengalami tren yang meningkat. “Rata-rata pemafaatanya baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), yang rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit ada 8.551 pemafaatan perhari kalender khusus untuk JKA,” ungkapnya.

Sementaran itu, Asisten I Pemerintah Aceh M. Jafar mengatakan, sangat mengapresiasi hasil persentasi yang dilakukan oleh Mariamah, yang dinilai begitu lengkap dan jelas. Namun Jakfar memberikan beberapa cacatan bagi BPJS Kesehatan, mengenai klaim rumah sakit dan klinik utama ke BPJS Kesehatan. Menurutnya BPJS Kesehatan membayarkan klaim berdasarkan laporan klaim yang diajukan.
“karena saya lihat pelayanan dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya berbeda beda. Saya harap agar BPJS Kesehatan dapat melakukan pantauan dan terus melakukan evaluasi untuk pelayanan di rumah sakit selain melihat klaim tertulis dan dokumen resmi yang diajukan,” ucapnya.

Ia juga menyarankan, agar pihak rumah sakit dan BPJS Kesehatan juga memberitahukan tentang berapa biaya pengobatannya, yang ditanggung pemerintah untuk kesembuhan pasien. Sehingga hal ini dapat menjadi bukti bahwa negara atau pemerintah turut hadir dan berperan untuk memberikan fasilitas atas pengobatannya yang sangat besar. Dan juga agar pasien mengetahui pentingnya menjaga kesehatan.

“Tapi kalau sudah dilakukan, itu satu hal yang bagus agar masyarakat memahami betapa besarnya perhatian pemerintah terhadap pasien, “ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Aceh, Abdul Fatah meminta agar keteraturan klaim rumah sakit dan ketepatan membayar BPJS Kesehatan sehingga pihaknya bisa mengingatkan mengenai pengajuan klaim.

“karena ini penting bagi kami, Pemerintah Aceh menghendaki sebenarnya supaya rumah sakit, siapa pun agar megajukan klaim secepatnya agar cepat dibayar oleh BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Pihaknya juga berencana, akan menerapkan konsep lima, sepuluh dan lima belas. Maksudnya tanggal lima rumah sakit sudah mengajukan klaim ke BPJS kesehatan. Kemudian tanggal sepuluh BPJS kesehatan bisa membayar, tanggal lima belas tenaga kesehatan sudah menerima atas tindakan yang sudah dilakukan.

” Tujuannya, dengan adanya konsep tersebut, tenaga kesehatan senang dan bahagia mempunyai semangat dalam memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat,” harapnya. ( mar)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Kunjungi Rumah Singgah BFLF, Wagub Aceh Terpilih Fadhullah: Terimakasih Pak Michael

6 February 2025 - 14:14 WIB

ISBI Aceh dan Pemkab Aceh Timur Sepakat Kolaborasi Pendidikan Seni Budaya Bersama

5 February 2025 - 09:40 WIB

Fakhruddin Terpilih sebagai Ketua MKKS SMP Aceh Besar periode 2025-2028

4 February 2025 - 16:48 WIB

Sidang Mesum Sesama Jenis Pasangan Gay Terancam 100 Kali Cambuk

4 February 2025 - 14:22 WIB

Keuchik Aceh Tuntut Masa Jabatan 8 Tahun

4 February 2025 - 14:17 WIB

Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti: Jaga Kondusivitas Untuk Aceh Besar yang Lebih Baik Apresiasi Langkah Taktis Eksekutif Membuat APBK On The Track Kembali

4 February 2025 - 12:13 WIB

Trending di METROPOLIS