Nelayan Minta Bangun Ulang Dermaga Pasi Peukan Baro

Kondisi Dermaga Kuala Pasie Peukan Baro Sigli, kapal penangkap ikan dan boat tidak bisa mendarat didermaga ini, harus antri lama baru bisa keluar jika pasang laut besar, Senin (22/6). Foto dhian anna asmara

SIGLI (RA) – Pemerintah Kabupaten Pidie diminta membangun kembali dermaga ikan Kuala Pasie Peukan Baro, Kecamatan Kota Sigli yang sudah lama terbengkalai. Permintaan ini disampaikan oleh masyarakat nelayan dan pemerhati pembangunan di Pidie, Nurdin dan Syarifuddin.

Mereka menyampaikan jika dermaga ikan terbesar dan memiliki berbagai fasilitas itu, sudah dilengkapi berbagai kebutuhan nelayan. Sehingga, memudahkan pemilik kapal penangkap ikan yang mendarat di dermaga tersebut.

Fasilitas dimaksud itu adalah pompa bensin dan solar, Cold Strorage (kamar pendingin), warung nasi, warung kopi, tempat shalat, lantai bongkar ikan, serta sejumlah bangunan lainnya.

Dermaga ikan tersebut, lanjut para nelayan, mulai tidak berfungsi lagi setelah terjadi Tsunami Aceh Tahun 2004. Sehingga, senumlah sarana rusak.

Disisi lain, terparah menurut pemilik.kapal penangkap ikan adalah dangkal.kuala laut untuk masuk ke dermaga. Kedangkalan tersebut dibutuhkan pengerukan ulang kembali.

Menurut pengakuan para nelayan, apabila kapal penangkap ikan memaksa masuk saat air pasang, maka untuk kembali melaut keesokan hari menjadi sulit karena arus air surut.

Disinggung resikonya, sebut Nurdin dan Syarifuddin jika dipaksakan keluar lagi dari dermaga pendaratan bisa membuat perut kapal.pecah akibat kedangkalan kuala laut.

Jauh sebelumnya, pihak Perikanan Pidie membenarkan kedangkalan kuala laut dari Dermaga Ikan Kuala Pasi Peukan Baro Sigli. Dimana, jika dikeruk ulang membutuhkan biaya besar, sedikitnya berkisar Rp 400 miliar lebih.

Sementara itu, Ketua LSM Yamalsoep Pidie, Asnawi kepada Rakyat Aceh, Senin (22/6) kemarin menyebutkan, kondisi Dermaga Kuala Pasie Peukan Baro memang sudah memprihatinkan perlu perhatian Bupati Abusyik secara serius. (mag85/slm)