BC dan Mabes Polri Sita 119 Kg Sabu Asal Malaysia

Bea Cukai dan Bareskrim Polri memaparkan hasil tangkapan 119 Kg sabu asal Malaysia, di Mabes Polri, Kamis (25/6). (for rakyat aceh)

BANDA ACEH (RA) – Sinergi Bea Cukai dan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) kembali menggagalkan penyelundupan narkotika ke Indonesia melalui perairan Krueng Peureulak, Aceh Timur pada Minggu (21/6) lalu.

Sebanyak 119 Kg narkotika jenis sabu (metamfetamine) asal Malaysia yang merupakan muatan kapal kayu KM Teupin Jaya berhasil diamankan petugas dalam penindakan kali ini.

Konferensi Pers gabungan dengan tangkapan lain dengan total 159 Kg sabu, 3.000 butir ekstasi, dan 300 butir happy five telah digelar di Bareskrim Polri pada Kamis (25/6), dihadiri Dirjen Bea Cukai, Heru Pambudi; Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Pusat, B.M Wijayanta; Direktur KIAL Bea Cukai Pusat, R. Syarif Hidayat; Kakanwil Bea Cukai Kepulauan Riau (Kepri), Agus Yulianto, serta Kasi Narkotika dan Barang Larangan Kanwil Bea Cukai Aceh, Mohamad Mutaqin.

Keberhasilan penindakan tersebut bermula informasi adanya pemasukan barang diduga sabu di Perairan Aceh dan sekitarnya yang berasal dari Malaysia.

Menerima informasi tersebut, Minggu (21/6) malam satuan tugas (Satgas) kapal patroli Bea Cukai BC 20002 menindaklanjuti dengan melakukan patroli laut di sekitar perairan Krueng Peureulak, Aceh Timur.

Tepat pukul 23.00 WIB, Satgas BC 20002 menjumpai kapal kayu KM. Teupin Jaya yang diduga adalah target yg bergerak ke arah Bayeun, Aceh Timur. Setelah KM Teupin Jaya berhasil dihentikan dan dikuasai, Satgas melakukan pemeriksaan lebih mendalam.

Satgas menemukan sebanyak 119 paket bungkus teh @1 kg yang di duga jenis sabu (Metamfetamina) serta mengamankan 3 (tiga) orang anak buah kapal (ABK).

Kapal kayu, barang bukti, beserta ketiga tersangka dibawa ke Kantor Bea Cukai Kuala Langsa untuk dilakukan pemeriksaan dan penelitian lebih mendalam.

Selanjutnya, 119 Kg sabu dan ketiga tersangka telah diserahterimakan oleh Kanwil Bea Cukai Aceh ke Bareskrim Polri pada Rabu (24/6) di Ruang Media Center Bea Cukai Kuala Langsa.

Bea Cukai juga telah melakukan koordinasi dengan Bareskrim Polri untuk pengembangan dan penyelidikan kasus lebih lanjut. Bareskrim Polri menyatakan bahwa kasus ini sudah sampai ke tahap pengembangan jaringan pengendali yang merupakan menjadi daftar pencarian orang (DPO) kepolisian tahun 2014. (ril/min)