Dilarang Mendarat Karena Pandemi COVID-19 Warga Lancok Tarik Kapal Imigran Rohingnya

Puluhan WNA etnis Rohingya diturunkan warga dari kapal yang menolong mereka, untuk mendarat di Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kamis (26/6). (idris bendung/rakyat aceh)

ACEH UTARA(RA) – Puluhan warga Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, nekat menarik Kapal Motor (KM) ditumpangi 94 imigran Rohingya, yang sempat tertahan karena tak diperbolehkan mendarat oleh petugas keamanan setempat, Kamis (25/6).

Penarikan kapal ini sebagai protes warga Lancok kepada aparat keamanan yang berjaga-jaga dibibir pantai. Warga mendesak warga Etnis Rohingya supaya dapat diturunkan ke daratan.

Kapal imigran dalam kondisi rusak itu awalnya tidak diizinkan oleh aparat keamanan berada dekat di bibir pantai. Posisi kapal dalam radius sekitar 800 meter dari pantai.

Awalnya, sempat terjadi adu mulut dengan aparat keamanan dan termasuk dengan Pabung Kodim 0103/ Aceh Utara Mayor Cba Jumiin. Namun, Pabung Kodim itu berusaha menenangkan warga yang sudah emosi tersebut.

Warga tidak mau mendengarkan penjelasan Pabung Kodim harus menunggu keputusan pimpinan. Tanpa ada komando, warga langsung mencari minyak untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) rabin boat petugas dan menuju kelokasi Kapal Imigran untuk menarik kebibir pantai dengan posisi sekitar 100 meter.

Kemudian, warga juga mengutip sumbangan dari masyakarat yang berada dilokasi pantai Lancok membeli nasi dan minum serta roti untukbwarga etnis Rohingya tersebut.
Keuchik Gampong Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Nasruddin, mengatakan, masyarakatnya menginginkan warga Rohingya itu diturunkan ke darat.

“Itu keinginan masyarakat semua karena merasa prihatin terhadap nasib warga etnis Rohingya tersebut yang masih terkantung-kantung dilaut,” ucapnya kepada awak media, kemarin.

Dilarang Mendarat Karena Pandemi COVID-19
Sementara itu, Danrem 011 Lilawangsa, Kol Inf Sumirating Baskoro kepada sejumlah wartawan Rabu menjelang dini hari di TPI Lancok mengatakan, kapal nelayan yang membantu evakuasi 94 etnis Rohingya akan diperbaiki.

“Kapal diperbaiki dan dorong logistikc lagi. Setelah bisa beroperasi akan didorong keluar dari wilayah NKRI dikawal Danlanal,” kata Danrem S Baskoro.

Disinggung kenapa tidak menerima pengungsi etnis ini, Danrem menyebutkan tidak terlepas dari pandemic COVID-19. “Pertimbangan pertama karena pandemic COVID,” pungkas Danrem yang didampingi Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto dan Asisten Pemkab Aceh Utara, Risawan Bentara.

Amnesty International : Selamatkan Pengungsi Rohingya
Sementara itu Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid meminta pihak berwenang di Indonesia memastikan penyalamatan 94 etnis Rohingya yang terdampar di perairan Aceh Utara.

“Kami mendesak pihak berwenang di Indonesia untuk memastikan penyelamatan, pendaratan dan perlindungan bagi para pengungsi. Mereka juga harus diberikan kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, air bersih dan tempat tinggal sementara yang layak. Apalagi banyak dari mereka adalah anak-anak.” Kata Usman dalam siaran pers, Kamis (25/6).

“Dengan adanya kejadian ini, kami juga mendesak Pemerintah untuk segera menginisiasi komunikasi intensif dengan pemimpin negara lain di kawasan, termasuk dengan Australia, agar Bali Process diaktifkan demi mencari solusi tentang bagaimana menyelamatkan para pengungsi yang masih terapung di laut dan untuk mengakhiri penderitaan mereka,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan, di tengah kondisi pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, pihaknya meminta negara-negara di kawasan untuk menjamin keselamatan dan kesejahteraan para pengungsi dan tidak mendorong mereka kembali ke laut.

Di bawah hukum internasional, negara-negara di kawasan punya kewajiban untuk menyelamatkan pengungsi yang mencari perlindungan di wilayah negara mereka. Menolak para pengungsi ini sama saja dengan melegalkan pelanggaran hak asasi manusia.

Seperti pemberitaan sebelumnya, 94 etnis Rohingya yang kapal mereka karam dan diselamatkan oleh nelayan Aceh Utara dari 4 mil bibir pantai Seunedon, Perairan Tanah Jamboe Aye, Rabu kemarin. Dari jumlah itu, terdapat 35 anak laki-laki dan perempuan. (arm/ung/min