Banda Aceh (RA) Sasana Tinju Din Jauhari Spd MPd (mantan petinju) di Aceh Besar boleh dibilang salah satu markas tinju sangat berjasa bagi Aceh dalam melahirkan atlet potensial.

Dari prajurit TNI AD Kodam IM lalu Din Jauhari pangkat Pelda..ia masuk kuliah S1 Sarjana Pendidikan dan tamat. Kemudian melanjutkan ke S2 mendapat gelar Mastet Pendidikan di Unsyiah Banda Aceh.

Sebut saja, mantan atlet PON Aceh, Afdan Bachtila. Ia hanya mampu meraih medali perak PON Riau dan juga perak Sea Games. Waktu itu pengurus Pertina Aceh dijabat Nurhamedi (mantan pejabat PLN) Aceh dan Musri Idris (mantan pejabat Dispora Aceh).

Kemudian ada Ruben Saragoza. Ia meraih medali emas piala Presiden Cup 2008, perak di Kejurnas 2009.. Selanjutnya Taufik Ismail meraih emas Kejurnas Aceh 2010. Lalu ada petinju wanita Dian Hartati dapat perak Kejurnas, dan Perunggu PON Riau.

Ada juga petinju yang juara di berbagai even nasional namun sifatnya internal dan lokal seperti Muhammad Fahmi Ihsan juara PORAD Jawa Tengah 2017, Kejurnas Babel 2017, juara I Piala Pangdam IM Cup II 2018. Lalu, Taufik Ismail juara I Piala Pangdam IM Cup II 2018.

Kemudian petinju Sasana Tinju DJ Bayu juara umuvm PORA Aceh Besar 2018. meraih 8 emas, 4 oerak dan 4 perunggu.’ Ini suatu prestasi dan kebanggan bagi kami’, sebut anggota TNI AD yang kini bertugas di Jasdam IM Banda Aceh.

Mereka diatas merupakan atlet berbakat kali itu dari puluhan petinju yang lahir dari tangan Din Jauhari selama kariernya yang kini masih terus melatih di sasana tinju Kampung Bayu di jalan Muhammad Taher Komplek Pendidikan, Kec Darul Imarah Aceh Besar..

Sejak 2007 Din melatih di sasana Tinju DJ di kawasan Ajun Jeumpiet Aceh Besar lalu pada 2015 ia pindah di Bayu Darul Imarah sampai sekarang. Kita latih ada dari umum maupun prajurit TNI AD di jajaran Kodam IM.

Saya sangat berterima kasih dengan pengurus masa itu yang mau mengorbankan pikiran maupun finansial untuk petinju Aceh’, sebut Din Jauhari.

Sekarang Din Jauhari masih melatih didampingi Rucky Tarmizi. Kami aktif hanya berdua. Soal dana operasional sasana Din mengakui selain dana sendiri juga dibantu oleh Ucok anggota DPRK Aceh Besar. (imj)