Tentara Myanmar Lancarkan ‘Operasi Pembersihan’, Ribuan Warga Rakhine Berbondong-bondong Kabur

Ribuan warga Rakhine meninggalkan Myanmar pada Sabtu, 27 Juni 2020/Net

Harianrakyataceh.com – Ribuan warga berbondong-bondong meninggalkan rumah mereka di negara bagian Rakhine setelah mendengar kabar bahwa puluhan tentara Myanmar akan melancarkan “operasi pembersihan” terhadap para gerilyawan.

Peringatan operasi pembersihan sendiri disampaikan melalui sebuah surat yang ditulis pada Rabu (24/6) dan dikirim kepada para pemimpin desa. Reuters melaporkan, surat tersebut ditandatangani oleh adminitrator kotapraja Rathedaung, Aung Myint Thein dan diverifikasi oleh Menteri Urusan Perbatasan Dan Keamanan Negara Bagian Rakhine, Kolonel Min Than.

Di sana tertulis, operasi akan dilakukan di Desa Kyauktan dan daerah-daerah sekitarnya yang diduga menampung para pemberontak. Namun tidak disebutkan siapa yang memerintahkan operasi tersebut.

Min Than sendiri menyebut, operasi tersebut dilakukan atas instruksi dari tiga kementerian yang dikendalikan oleh tentara, salah satunya adalah Kementerian Urusan Perbatasan.

“Operasi pembersihan akan dilakukan oleh pasukan di desa-desa tersebut,” bunyi surat tersebut. “Sementara ini (operasi) sedang dilakukan, jika pertempuran terjadi dengan teroris AS, jangan tinggal di desa tetapi pindah sementara,” tambah surat tersebut merujuk pada Tentara Arakan, nama pemberontak negara bagian Rakhine.

Namun seorang jurubicara pemerintah mengatakan pada Sabtu malam (27/6) perintah evakuasi yang dikeluarkan telah dicabut. Min Than menjelaskan, administrator telah salah menafsirkan perintah dari kementeriannya dan operasi hanya akan dilakukan di beberapa desa. Operasi sendiri bisa berlangsung selama satu pekan. “Operasi Pembersihan” sendiri adalah istilah yang digunakan oleh pihak berwenang Myanmar pada 2017 untuk menggambarkan operasi terhadap gerilyawan dari minoritas muslim Rohingya.

Selama operasi itu, ratusan ribu orang melarikan diri dari rumah mereka. Mereka menyebut operasi tersebut merupakan pembunuhan massal. Sementara itu, tahun ini, tentara Myanmar telah memerangi AA, sebuah kelompok dari kelompok etnis Rakhine yang sebagian besar beragama Budha yang mencari otonomi lebih besar untuk wilayah barat, yang juga dikenal sebagai Arakan. EDITOR: SARAH MEILIANA GUNAWAN