Komandan KAL Sinabang Kapten Laut (P) Luthfi Rhamdani ST (pakai topi). Sabtu (27/6). Ahmadi - Harian Rakyat Aceh.

SIMEULUE (RA) – Pasca masuknya imigran perahu motor yang ditumpangi etnis Rohingya yang terdampar di perairan pantai Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu (24/6) lalu, sehingga Pangkalan TNI AL Simeulue dan Kapal Perang KAL Sinabang, mendapat perintah untuk siaga.

Namun wilayah perairan laut pantai Barat dan Selatan serta perairan laut pantai pulau-pulau yang ada di kawasan tanggungjawab Lanal Simeulue dan KAL Sinabang itu, dinilai sangat kecil peluang untuk masuk dan mendarat perahu dan kapal yang ditumpangi imigran gelap dari luar negeri.

Diperkirakan hanya 30 persen peluang imigran gelap yang mampu melintasi samudera hindia untuk mencapai wilayah pesisir pantai kepulauan dan pesisir pantai barat selatan provinsi Aceh, yang masih masuk dalam tanggungjawab Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Simeulue.

Hal itu dijelaskan Komandan KAL Sinabang Kapten Laut (P) Luthfi Rhamdani ST didampingi Kapten Laut (T) Ersad Fathan Lahallo. S.ST, Perwira Staf Potensi Maritim (Paspotmar) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Simeulue,).

“Saat ini kita mendapat perintah, untuk siaga dan siap melaksanakan operasi, meskipun diprediksikan hanya 30 persen peluang imgran asing yang menggunakan perahu atau kapal untuk mencapai wilayah pantai kepulauan dan pesisir pesisir pantai barat Selatan Aceh. Sangat kecil peluang itu disebabkan harus melalui dan melintasi samudera hindia,” katanya kemarin.

Masih menurut Dankal Sinabang, meskipun nantinya ada imigran gelap yang memasuki wilayah perairan laut pantai barat selatan aceh dan pulau-pulau sekitarnya, yang masuk dalam tanggungjawab Lanal Simeulue atas intruksi dan perintah dari Pimpinan Komando Atas, imgran itu harus kembali dihalau.

Meskipun harus dihalau sebut Kapten Laut (P) Luthfi Rhamdani ST, tentunya hati nurani yang dikedepankan sebelum dihalau dengan diberikan bantuan sembako, obat-obatan dan pakaian kepada imigran yang memasuki wilayah perairan laut pantai barat aceh dan kepulauan sekitarnya.

“Kita lakukan menghalau karena tugas atas intruksi perintah langsung dari Pimpinan Komando Atas. Namun sebelum dihalau kita tetap memberikan bantuan sembako, obat-obatan dan pakaian, sebab ini kembali ke hati nurani dan jiwa kita sesama manusia, rasa sedih itu sudah pasti ada,” imbuhnya.

Kapten Laut (T) Ersad Fathan Lahallo. S.ST, Perwira Staf Potensi Maritim (Paspotmar) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Simeulue, menambahkan hingga saat ini belum ada imigram gelap memasuki di empat wilayah perairan laut maupun yang mendarat di pesisir pantai barat selatan dan pulau-pulau.

“Wilayah tugas dan tanggungjawab Lanal Simeulue, yakni Kabupaten Simeulue, Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh, Selatan dan Kabupaten Aceh Singkil, dan belasan pulau-pulau kecil lainnya yang harus diawasi setiap saat. Dan Hingga saat ini belum ada potensi imigran gelap yang memasuki keempat wilayah ini”, kata Perwira Staf Potensi Maritim (Paspotmar) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Simeulue. (ahi/rus).