Walikota Banda Aceh Aminullah Usman, bersama Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Tati Mutia Asmara, menyerahkan kunci rumah untuk korban kebakaran Ainul Mardhiah, warga Mibo, Banda Aceh, Jumat (26/6). IST/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Tati Mutia yang telah membantu pembangunan satu unit rumah untuk Ainul Mardhiah, warga Mibo yang rumahnya mengalami kebakaran 10 Juni lalu.
Apresiasi tersebut disampaikan Aminullah saat menyerahan kunci rumah kepada ibu Ainul Mardhiah.

“Saya kalah cepat, sebenarnya rumah ibu Ainul Mardhiah kami yang bangun, ternyata Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, bu Tati lebih cepat,” ungkap Aminullah saat memberikan sambutan.

Aminullah mengatakan, saat musibah kebakaran terjadi, ia sedang tidak berada di Banda Aceh, namun berhasil mengontak ibu Ainul Mardhiah dan keluarga lewat telepon terkait rencana pembangunan rumah pengganti yang telah di lalap api.

“Beberapa hari kemudian saya mendapat laporan dari Camat Banda Raya kalau rumah ini akan dibangun dengan sumber dana dari donatur yang di koordinir Nur Hasan suami ibu Tati Mutia,” ungkap Walikota.

Ia pun menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian dan kemurahan hati suami dari anggota DPRK dari Fraksi PKS tersebut. Walikota berharap kebaikan yang telah dilakukan Tati Mutia dan suami mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT.

“Alhamdulillah rumah ibu Ainul sudah terbangun, lebih bagus dari sebelumnya. Ini sangat membantu, mungkin kita bisa mengarahkan bantuan serupa untuk warga kota lainnya yang juga membutuhkan,” kata Walikota.

Kepada ibu Ainul Mardhiah, Walikota berharap rumah itu dapat menjadi tempat yang nyaman, tempat beribadah dan rumah untuk menghabiskan waktu di hari tua.
Selain menyerahkan kunci rumah tersebut, dalam kesempatan ini Aminullah juga meminta kepada Keuchik Mibo agar segera membuat proposal agar ibu Ainul Mardhiah bisa mendapatkan bantuan dari Baitul Mal senif fakir uzur.

Kata Aminullah, dengan kondisi Ainul Mardhiah yang menglami stroke, ibu tiga anak itu sudah sepantasnya mendapatkan bantuan dari Pemko melalui Baitul Mal. ”Jadi pak keuchik, tolong segera buat permohonan, serahkan ke saya. Nanti akan kita komunikasikan dengan Baitul Mal,” pinta Aminullah.

Dalam kesempatan ini, Walikota juga menyahuti permintaan warga Mibo terkait pembangunan kantor Tuha Peut Gampong (TPG) dan permintaan pelebaran jalan.
”Akan kita akomodir pembangunan kantor TPG. Untuk pelebaran jalan mungkin butuh pembenasan lahan, tapi bisa kita lakukan dengan menutup drainase agar jalan lebih lebar. Akan segera kita ajukan semoga bisa kita realisasikan pada 2021,” ujar Aminullah disambut tepuk tangan warga Mibo.

Saya Terinspirasi Pak Wali
Saat menyampaikan sambutannya pada acara penyerahan kunci rumah tersebut, Tati Mutia hadir bersama suaminya, M Nur Hasan yang menjadi donatur dan menggalang bantuan.

Ia kemudian mengungkapkan latar belakang hingga tergugah menggalang bantuan. “Pada hari kebakaran, saya datang dan bertemu dengan ibu Ainul Mardhiah. Saya tidak sanggup melihat tangisan beliau, terlihat sedih sekali,” ungkapnya.

Kemudian saya menyampaikan kepada ibu Ainul dan keluarga agar menyerahkan semuanya kepada Allah, pasti diberi kemudahan.

Sepulang dari rumah kebakaran, ia kemudian berdiskusi dengan suami yang seorang depelover. Sang suami kemudian bersedia menjadi donatur dan juga menggalang bantuan bersama teman-temannya membangun kembali rumah ibu Ainul Mardhiah.

Rumah itu dibangun lebih baik dari sebelumnya. Luasnya sekitar 6×10 meter dan berlantai granit.

“Sesuai tekad saya, baru akan kembali mengunjungi ibu Ainul untuk melihat ia bisa tersenyum kembali. Alhamdulillah hari ini ibu Ainul bisa kembali tersenyum,” kata Tati.

Dalam kesempatan ini, ia menyebutkan tergugah membantu karena terinsipirasi dari seorang Aminulah Usman yang gemar berbagi. “Sebagai warga kota, saya terinsipirasi dari pak Wali yang gemar berbagi kebahagian,” tutupnya.

Turut hadir pada acara ini, Ketua DPW PKS Aceh Ghufron Zainal Abidin, Sekum PKS Aceh Khoirul Amal, Kepala Pemadam Kebakaran Banda Aceh Riza, Camat Banda Raya Faidian Faisal dan Muspika, Keuchik Mibo Fahrurrazi bersama Tuha Peut dan aparatur gampong. (ril/bai)