Rakyat Aceh

TAKENGON (RA) – Hermawan Wibowo warga Desa Bukit Nanas, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai Provinsi Riau terpaksa berurusan dengan aparat penegak hukum Polres Aceeh Tengah.

Pasalnya selain mengaku sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Korps Kopassus berpangkat Kolonel, Hermawan juga melakukan penipuan terhadap warga.

Satu korban bernama Arianto warga Desa Bies Penantan, Kecamatan Bies, Kabupaten Aceh Tengah. Arianto dimintai nilai uang Rp. 40 juta dengan iming-iming anak dari Korban (Arianto-red) akan dimasukan sebagai anggota Kopasus di Batu Jajar, Provinsi Jawa Barat.

Mendengar ajakan Hermawan, Arianto tertarik akan mendaftarkan anaknya sebagai anggota TNI (Kopasus-red). Awalnya korban telah memberikan uang senilai Rp. 5 juta sebagai panjar.

“Saya awalnya percaya dan hanya punya uang senilai itu, lalu saya berikan,” aku Arianto kepada penyidik Polres.

Awalnya Arianto juga tidak percaya bahwa Hermawan seorang anggota TNI dari Kopasus. Dirinya yakin dan percaya, setelah Hermawan memperlihatkan senjata api yang dimilikinya.

“Saya orang awam, dan setelah diperlihatkan senjata api, saya percaya saja,” kata Arianto kembali kepada penyidik.

Namun selang beberapa pekan, Hermawan kembali menghubungi Arianto untuk menagih kekurangan uang. Karena curiga dengan gelagat yang tidak baik, kemudian Arianto langsung menghubungi anggota Kodim 0106 dan Polres Aceh Tengah. Pelaku penipuan yang memiliki senjata api rakitan illegal berhasil ditangkap.

Dalam konferensi Pers AKBP Nono Suryanto melalui Kasat Reskrim Iptu Agus Riwayanto Diputra mengatakan, tersangka, bukan warga Aceh Tengah, telah dilakukan penahanan di Mapolres, dan dalam waktu dekat akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Takengon.

Menurut Kasat Reskrim Agus, tersangka dapat dijerat pasal berlapis dengan kepemilikan senjata api serta melakukan penipuan terhadap mayarakat. Disampaikan Agus, tersangka untuk meyakinkan korban mengaku telah berdinas selama tiga tahun di Takengon.

“Untuk meyakinkan korban, tersangka mengaku telah tiga tahun berdinas di Aceh Tengah. Korban juga sempat menikah dengan warga Takengon. Dan saat ini kami lakukan penahanan di Mapolres,” ucap Agus Riwayanto didampingi Pasi Intel Kodim 0106 Lettu INF Nanang Supriatna serta Kabag Ops Polres Kompol, Jon Damanik.

Jeratan hukuman yang akan didapat tersangka adalah untuk kepemilikan senjata api 15 tahun penjara dan untuk kasus penipuan hukuman penjara selama 4 tahun lamanya. (jur/min)