Korban Kebakaran Aspol Ditampung di Rumah Famili

Kebakaran : Delapan rumah kontruksi kayu yang ditempati anggota Polisi Sektor Dewantara , terbakar, Minggu malam (28/6) diperkirakan 30 jiwa terdampak. Saat ini mereka mengungsi di rumah sanak saudara terdekat. Rakyat Aceh/ Idris Bendung

KRUENG GEUKUEH (RA) – Delapan rumah kontruksi kayu yang ditempati anggota Polisi Sektor Dewantara , terbakar, Minggu malam (28/6) diperkirakan 30 jiwa terdampak. Saat ini mereka mengungsi di rumah sanak saudara terdekat.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto membenarkan kalau delapan anggotanya bersama keluarga saat ini berada di rumah sanak saudara terdekat setelah rumah yang mereka tempati rata menjadi abu.

“Ditempat keluarganya masing-masing yang dekat dengan Kecamatan Dewantara,” kata kapolres menjawab Rakyat Aceh, Senin siang (29/6), seraya menambahkan pihaknya sedang melakukan inventarisir dampak kebakaran itu.

Sekedar mengingatkan, asrama polisi Polsek Dewantara, persis berada di pusat ibukota kecamatan. Sehingga saat api menjilati satu persatu rumah di asrama , berjibun masyarakat Krueng Geukueh memadati sekitar lokasi untuk memberikan bantuan pemadaman bersama tim Damkar dari PT PIM sebanayk 4 unit dan Damkar Kabupaten Aceh Utara 2 unit.

Sebelumnya, Ketua Forum Geuchik Dewantara, Yusuf Beuransyah menyebutkan kepada Rakyat Aceh, rumah asrama yang terbakar dalam posisi berjejer dan berkontruksi kayu. Sehingga dengan cepat bangunan rumah hangus terbakar.

Kasubbag Humas Polres Lhokseumawe, Salman Alfarasi , SH, MM secara terpisah mengatakan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Sementara sumber Rakyat Aceh mengatakan delapan rumah Asrama Polisi terbakar ditempati Kapolsek Dewantara, AKP Nurmansyah, Bripda T Aris Firmanda, Aiptu Ibnu Hasyem, Bripka Herianto, Bripka David, Bripka Fahrul, Iptu Juardi dan Bripka Agussalim. (ung/msi)