Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas bersama Wakil Bupati, Said Mulyadi dan Kadisporapar setempat mencoba track arung jeram saat peluncuran Krueng Lhok Sandeng sebagai lokasi arung jeram daerah itu, Senin (29/6).

MEUREUDU (RA) – Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas meluncurkan kawasan Krueng Lhok Sandeng, Kecamatan Meurah Dua, sebagai objek wisata arung jeram, Senin (29/).

Gampong Lhok Sandeng berada pada radius 7,5 Km dari jalan lintas nasional Banda Aceh Medan atau dari pusat Kota Meureudu, menyimpan berbagai potensi wisata alam yang masih cukup lestari. Salah satunya adalah, potensi krueng yang dipenuhi bebatuan dan air yang jernih serta arus lumanyan kencang.

Pantauan Rakyat Aceh, sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) di sisi kiri- kanan Kreueng Lhok Sandeng, pepohonan masih menjulang tinggi dan rindang. Kenditipun terdapat satu-dua kebun sawit milik warga. Hal itu, karena masyarakat yang bermukim di kawasan pegunungan tersebut sangat paham akan pentingnya menjaga kelestarian alam.

Dalam soal wisata, Krueng Lhok Sandeng yang memiliki potensi wisata arung jeram keluarga maupun sebagai lokasi event olah raga dan pemandian sungai, warga di gampong tersebut cukup terbuka menerima setiap wisatawan untuk bertamasya.

” Kami akan terbuka dengan setiap orang yang ingin berwisata ke sini. Karena kami sadari, dengan dengan banyaknya orang yang masuk ke sini, Gampong kami akan menjadi salah satu gampong yang maju dan ekonomi masyarakat juga akan meningkat dengan terbuka objek wisata ini,” ucap Ilyas, Keuchik Gampong Lhok Sandeng kepada Rakyat Aceh, Minggu (28/6).

Namun demikian, karena Aceh merupakan daerah yang menerapkan Syariat Islam, maka ketentuan-ketentuan yang menyangkut dengan wisata islami tersebut akan diatur lebih lanjut kemudian. Sehingga tidak menimbulkan stigma negatif terhadap objek wisata yang ada di wilayahnya.

Saat meluncurkan Gampong Lhok Sandeng sebagai lokasi wisata arung jeram, Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas mengatakan, selain untuk berlibur, di lokasi wisata alam juga menjadi sarana edukasi bagi genarasi penerus supaya kelestarian lingkungan tetap terjada dengan baik.

” Jangan selalu berpikir yang berwisata itu bertentangan dengan Syyariah, sehingga bertindak diluar kewajaran kepada para pengunjung. Wisata juga sebagai media pendidikan bagi generasi yang akan datang untuk menjaga alam,” tutur Aiyub Abbas.

Krueng Lhok Sandeng yang memiliki potensi yang luar biasa, Dia meminta kepada masyarakat di kawasan tersebut untuk selalu memastikan air sungai selalu bersih dengan tidak membuang sampah dan kotoran lainnya ke aliran sungai.

“Kita punya sungai yang baik, airnya yang luar biasa jernih, alamnya begitu asri. Ini harus terus dijaga. Pengalaman kemarin saat wisatawan Australia mengunjungi tempat ini mengatakan, ini sangat istimewa yang tidak ada ditempat lain,” ungkapnya.

Diakuinya, bahwa wisata alam mampu mendongkrak perekonomian warga, maka Pemkab Pidie Jaya siap untuk mengembangkan lokasi tersebut sebagai salah satu lokasi wisata andalan yang dimiliki Pidie Jaya. Dan pemerintah akan memprogramkan peningkatakan prasarananya. Terutama akses jalan menuju lokasi wisata tersebut dan fisilitas-fasilira lainnya.

” Keuchik dan masyarakat Lhok Sandeng agar segera membuat reusam gampong yanh mengatur tata wisata disini dan tata cara pengelolaannya. Jika pengelolaan masyarakatanya sudah baik, pemerintah akan mendukung fasilitas lainnya,” tukasnya.

Sementara, Kadisporapar Pidie Jaya, Saifuddin, S.Pd menyebutkan DAS Kreung Lhok Sandeng yang memiliki struktur alam yang cocok untuk kegiatan arung jeram, pada tahun 2021 nanti akan dilakukan pembenahan jalurnya.

Menurutnya, pembenahan yang akan dilakukan tersebut adalah dengan menggeser bebatuan besar yang berada di tengah rute. Sehingga lanjut Saifuddin, andrenalin para penikmat arung jeram di Objek wisata tersebut akan semakin terpicu.

” Tahun 2021 nanti, kita akan benah sedikit alurnya dengan menggesar batu-batu yang menghalangi rute. Ini untuk kelancaran lajunya boat para pengarung,” pungkas Saifuddin.(san/ra)