UNTUK UMUM: Sejumlah pengunjung datang ke Hagia Sophia, Kamis (2/7). Saat ini tempat tersebut masih berfungsi sebagai musem (OZAN KOGE/AFP)

Harianrakyataceh.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan pendukungnya harus bersabar. Dewan Negara sudah melakukan dengar pendapat terkait alih fungsi Hagia Sophia dari museum menjadi masjid kemarin (2/7). Namun, pengadilan administratif tertinggi di Turki itu tidak langsung memberikan keputusan final. Jadwal keputusan akhir baru 15 hari lagi.

Dengar pendapat tersebut dilakukan untuk mendengarkan paparan dari tim pengacara kelompok yang mendukung agar bangunan yang sudah berusia 1.500 tahun tersebut kembali menjadi masjid. Itu sesuai dengan keinginan Erdogan. Saat kampanye tahun lalu, Erdogan menyerukan hal serupa.

Pengalihfungsian dari museum menjadi masjid lagi ini menyebabkan kontroversi di dalam dan luar negeri. Kelompok oposisi yang sekuler menentangnya. Demikian halnya dengan sejumlah negara. Salah satunya Menteri Kebudayaan Yunani Lina Mendoni. ’’Turki menghidupkan kembali sentimen religius dan nasionalis fanatik,’’ ujar dia seperti dikutip BBC.

Kritik serupa dilontarkan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo. Dia menegaskan bahwa Turki sudah mengelola Hagia Sophia sebagai museum dengan cara yang luar biasa selama hampir seabad. Turki harus mempertahankannya seperti itu sebagai bentuk komitmen untuk menghormati tradisi keagamaan dan beragam sejarah yang berkontribusi pada Republik Turki. Yaitu, agar Hagia Sophia bebas diakses semua orang.

Turki tak terima. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy menegaskan bahwa negaranya melindungi semua aset budaya, termasuk Hagia Sophia. Tidak ada diskriminasi. Masalah apa pun yang menyangkut Hagia Sophia adalah urusan dalam negeri dan kedaulatan Turki.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c10/ayi)