Kerusakan Dampak Banjir Capai Rp 8,4 Miliar

Kabid : Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara, Jafar, ST. ARMIADI/RAKYAT ACEH

ACEH UTARA (RA) – Kebutuhan biaya perbaikan darurat tebing dan tanggul sungai akibat bencana banjir pada 15 Juni lalu di Aceh Utara, mencapai Rp 8,4 miliar. Lokasi kerusakan bendung, sungai, embung irigasi tersebar di 12 titik dalam enam kecamatan. Yakni Kecamatan Sawang, Nisam, Bandar Baro, Paya Bakong, Lhoksukon dan Kecamatan Kuta Makmur.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara, Jafar, ST, dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin. Ia mengatakan, itu data berdasarkan hasil verifikasi tim ke lapangan kerusakan infrastruktur bidang SDA baik itu sungai, irigasi maupun embung.

“Terhadap kerusakan yang telah kami himpun sehingga kami tetap berupaya untuk menghitung dan membuat perencanaan sesuai dengan lokasi yang telah tertera tersebut,”ujarnya, seraya menambahkan, langkah berikutnya adalah kita upayakan masuk dalam usulan dinas, baik yang menjadi kewenangan Pemkab Aceh Utara maupun Pemerintah Aceh.

Sebut dia, jika hanya diandalkan dengan anggaran dari Pemkab Aceh Utara sangat tidak memungkinkan karena keterbatasan anggaran pada APBK Aceh Utara. “Usulan priotitas kegiatan musrenbang dulu, belum tertampung semua karena terbatasan anggaran, makanya kita akan upayakan lewat DAK atau DOKA,”ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, terhadap 12 lokasi yang mengalami kerusakan akibat banjir tersebut akan berdampak bagi pemukiman warga dan lahan pertanian. Seperti bendung irigasi, dengan terjadi kerusakan maka bendung itu tidak berfungsi. Kemudian, kerusakan tanggul sungai maka dikhawatirkan jika terjadi banjir susulan maka berpengaruh pada pemukiman warga dan areal pertanian.

Apalagi, saat ini sedang jadwal masa tanam sehingga dapat menganggu tanaman padi dan tanaman lainnya. (arm/msi)