Habiskan Puluhan Miliar Irigasi Embung Lhok Gajah Aceh Utara tak Efektif

ILUSTRASI : Embung Lhok Gajah di Kuta Makmur Aceh Utara, dinilai tokoh masyarakat setempat tak efektif berfungsi Semestinya air dari embung ini diharapkan bisa mengairi 1.200 hektar sawah yang tersebar di 16 desa bila musim kemarau.

LHOKSUKON (RA) – Kalangan masyarakat di Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, menilai embung Lhok Gajah, tidak berfungsi efektif. Bangunan pun dinilai asal jadi. Sehingga air yang diharapkan mampu mengairi sawah petani seluas 1.200 hektar saat kemarau sia sia belaka.

Kok bisa ?. Ini akibat saluran pembuangan tidak berfungsi. Malah sebaliknya, pintu penutup irigasi tetap keluar air dari embung Lhok Gajah, yang akan dimanfaatkan petani ketika kemarau

“Ini kan sia-sia saja embung Lhok Gajah. Kalau pintu irigasi tetap airnya keluar. Padahal, embung dibuat agar dapat menampung air yang akan digunakan petani saat musim kemarau,” kata seorang tokoh masyarakat Jailani kepada sejumlah wartawan di lokasi.

Menurut Jailani dan kalangan petani setempat air yang diharapkan mampu mengairi ke 16 desa di dua kemukiman itu, saluran pembuangan yang semestinya berjalan baik justru tidak berfungsi. Puluhan miliar dana sudah digerus buat membuat embung sejak tahun 2011 lalu. Dan baru selesai 2019.

“Bangunan labil. Pagar pembatas jembatan embung juga rusak karena tanpa adanya besi di dalam beton,” kata Jailani.

Sedangkan seorang kepala dusun di Kecamatan Kuta Makmur, yang ikut membawa wartawan ke lokasi menambahkan pengerjaan keruk lokasi embung Lhok Gajah juga masih belum tuntas. Di dalam embung masih ada tumbuh pohon. Dan, sisi selatan embung, sebagian bukitnya belum dikerok,” ungkap sang kadus.

# Masih Ada Dana Pemeliharaan

Sementara itu, Kadis Pengairan Aceh, Ir Mawardi yang dikonfirmasi Rakyat Aceh, menyatakan embung Lhok Gajah sudah dikerjakan sesuai rencana. Sedangkan kenapa pintu irigasi tak berfungsi sehingga air keluar terus dari embung ?

Mawardi berdalih kalau air itu yang keluar dari pintu irigasi untuk mengairi sawah petani lainnya di depan.

“Tapi, kalau memang mau pintu irigasi ditutup mati, itu akan kita lakukan,” kata Mawardi.

Lalu, soal pagar jembatan embung dan bangunan yang labil, Mawardi sudah mengingatkan kembali sang kontraktor untuk memperbaikinya. “Iya, kalau tak salah namanya Faisal. Dan, sudah kita sampaikan untuk memperbaikinya dengan dana pemeliharaan. Karena dana itu masih ada sama kita,” pungkas Mawardi. (ung/msi)