Petani Aceh Tenggara Meninggal Tersengat Listrik

Petani asal Desa Bukit Meriah, Kecamatan Lauser, ditemukan tak bernyawa, di kebunnya, Minggu (5/7) kemarin. Diduga korban meninggal tersengat arus listrik untuk penghalau hama. (nauval/rakyat aceh)

KUTACANE (RA) – Ramses Sianturi (38), warga Desa Bukit Meriah, Kecamatan Lauser, ditemukan tak bernyawa, di kebunnya, Minggu (5/7) kemarin. Diduga korban meninggal tersengat arus listrik untuk penghalau hama.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Wanito Eko Sulistyo melalui Kapolsek Babul Makmur IPDA Simangusong, mengatakan, meninggalnya Ramses pertama kali diketahui rekannya, Pader Simanjuntak (40) warga Desa Pordomuan, Babul Makmur.

“Mendapat informasi tentang penemuan mayat, kita langsung ke tempat kejadian perkara. Temuan mayat ini sempat menghebohkan warga,” Kata Kapolsek Babul Makmur Ipda P Simangunsong, Senin (6/7).

Kronologis temuan korban berdasarkan keterangan Pader, setiba di kebun, saksi tidak menemukan korban. Sempat memanggil dengan suara keras, namun tetap tidak ada jawaban. Saat terus mencari ia malah melihat Ramses dalam keadaan tergeletak di kebun jagungnya.

“Karena khawatir dan takut, saksi langsung bergegas pergi menyampaikan hal tersebut kepada warga lain dan keluarga,” jelasnya lagi.

Keterangan dari sejumlah saksi diduga korban tersengat atau kesetrum listrik yang dipasang di sekeliling kebunnya menggunakan kawat dengan aliran dayanya menggunakan mesin genset.

Informasinya, korban memasang aliran listrik di sekeliling kebunnya untuk menghalau atau mencegah hewan atau masuk kedalam kebun jagung miliknya.

“Dalam peristiwa itu, keluarga korban telah membuat surat pernyataan tidak keberatan atas peristiwa terjadi dan tidak mempersoalkan hal tersebut,” jelasnya lagi.
Hingga berita ini diturunkan, jasad korban tidak dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi dan jasadnya telah dikebumikan. (val/min)