Potensi Migas, Peluang Baru Pendapatan Aceh

Rakyat Aceh

MEULABOH (RA) – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyambut baik temuan potensi sumber baru dari Blok Meulaboh dan Singkil di perairan pantai Barat Selatan Aceh.

Temuan ini, berdasarkan hasil survei Joint Study Assessment (JSA) yang dilakukan perusahaan migas asal Singapura, Conrad Petroleum dengan menggandeng Universitas Pembangunan Nasional Veteran dan Frontier Point Ltd dengan menggandeng Universitas Trisakti Indonesia.

“Kalau temuan itu benar, tentu ini kabar yang sangat menggembirakan karena Aceh memiliki sumber potensi migas baru di Indonesia maupun dunia,” kata Bupati Aceh Barat, Ramli MS, kemarin.

Menurutnya, temuan potensi migas baru tersebut tentunya diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) baru bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, sekaligus dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di daerah ini.

Ramli mengaku, pemerintah daerah akan siap membuka peluang investasi kepada siapa pun untuk mengeksploitasi sumber daya alam (SDA), sesuai dengan regulasi dan perundang-undangan yang berlaku.

“Intinya kita berharap potensi sumber migas baru dari Blok Singkil dan Blok Meulaboh di perairan barat selatan Aceh ini, menjadi harapan baru bagi masyarakat Aceh, untuk meningkatkan perekonomian dan pembangunan di daerah,” inginnya.

Sebelumnya, Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menyebutkan Provinsi Aceh berpeluang mendapat potensi sumber baru migas dari Blok Singkil dan Blok Meulaboh di perairan pantai barat-selatan Aceh.

Sumberdaya ini terdeteksi, usai survei Joint Study Assessment (JSA) yang dilakukan perusahaan migas asal Singapura, Conrad Petroleum dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran dan Frontier Point Ltd dengan menggandeng Universitas Trisakti Indonesia, menemukan sumber migas di blok Singkil dan Meulaboh. (den/rus)