Tgk Ni Ajak Kombatan GAM Bersatu

Berpose Bersama- Panglima Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Samudera Pase, Tgk Zulkarnaini Bin Hamzah berpose bersama pengurus KPA setempat, Ahad (5/7) sore. ARMIADI/RAKYAT ACEH.

ACEH UTARA (RA) – Panglima Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Samudera Pase, Tgk Zulkarnaini Bin Hamzah, mengajak kombatan GAM bersatu untuk memperjuangkan hak-hak Aceh sesuai dengan MoU Helsinki RI-GAM. Tentunya, Pemerintah Pusat harus merealisasikan apa saja yang tertuang dalam poin-poin MoU tersebut.

“Jadi dengan pengurus baru struktur organisasi KPA ini, semoga dapat mempersatukan kembali anggota GAM di lapangan agar jangan bercerai-berai dan terus kita menjalin silaturahmi serta kekompakkan,” ungkap Tgk Zulkarnaini Bin Hamzah akrab disapa Tgk Ni, kepada Rakyat Aceh, Ahad (5/7) sore, usai melakukan pertemuan silaturahmi dan pergantian pengurus KPA di Kantor KPA Wilayah Samudera Pase/Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kabupaten Aceh Utara, di Gampong Mancang, Kecamatan Samudera.

Ia mengatakan, pergantian pengurus dalam struktur organisasi biasa terjadi sebagai penyegaran. Tujuannya, untuk menjalankan tugas demi kepentingan dan kemajuan Aceh Utara secara khusus dan umumnya Aceh kedepan. “Selama ini ada pengurus kita yang sudah meninggal dunia dan tidak ada lagi sehingga perlu kita ganti dengan pengurus baru,”katanya, seraya menambahkan, jumlah pengurus KPA Wilayah Samudera Pase mencapai 100 orang.

Sementara itu Juru Bicara KPA Wilayah Samudera Pase, M Jhony, juga menyampaikan, pertemuan yang dilaksanakan ini hanya silaturahmi biasa jajaran GAM serta melakukan pergantian atau rotasi pengurus dalam struktur KPA. Seperti yang telah disampaikan oleh panglima KPA tersebut. “Sebenarnya ini adalah struktur organisasi yang sudah lama dan bukan struktur organisasi baru, karena sudah ada sejak perjuangan GAM dulu,”ucap M.Jhony.

Hadir dalam pertemuan itu, Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf, Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat, eks Tripoli GAM, para petinggi KPA tingkat Wilayah, Daerah dan Sagoe serta Ulama yang tergabung dalam Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) dan lainnya. (arm/msi)