Hagia Sophia/Net

Harianrakyataceh.com – Hagia Sophia secara resmi dibuka kembali sebagai masjid setelah pengadilan administrasi utama Turki membatalkan dekrit pemerintah 1934 untuk mengubahnya menjadi museum.

Mengutip Daily Sabah pada Sabtu (11/7), pengadilan menjelaskan dalam keputusannya bahwa konversi Hagia Sophia dari masjid menjadi museum lah yang melanggar hukum. Pengadilan menggarisbawahi, negara hanyalah penjaga properti yang diberkahi. Hagia Sophia merupakan hasil kemenangan Ottoman dan bagian dari wakaf Sang Penakluk, Sultan Mehmed.

Merujuk pada istilah tersebut, tidak boleh ada sumbangan keagamaan yang dapat dialihkan, baik untuk tujuan keagamaan atau amal. Pada 1453, Hagia Sophia diubah dari gereja menjadi masjid. Oleh karena itu, pengadilan mengatakan, mengubah struktur Hagia Sphia menjadi museum melanggar hukum. Selain itu, berdasarkan Konvensi menganai Perlindungan Warisan Budaya dan Alam Dunia UNESCO, tidak ada ketentuan apapun yang bisa mencegah penggunaan Hagia Sophia sesuai dengan hukum domestik. “Ada banyak situs (peninggalan) yang masih digunakan sebagai masjid seperti Masjid Biru (Sultanahmet),” tambah pengadilan. Dibangun di bawah Kaisar Bizantium Justinian, Hagia Sophia adalah kursi utama dari Gereja Ortodoks Timur selama berabad-abad, di mana para kaisar dimahkotai di tengah hiasan marmer dan mosaik.

Bangunan tersebut berubah menjadi masjid kekaisaran setelah penaklukan Konstantinopel (sekarang Istanbul) oleh Ottoman pada 1453 Ottoman. Bangunan ini dibuka sebagai museum pada tahun 1935, setahun setelah keputusan Dewan Menteri. Mosaik yang menggambarkan orang-orang kudus Yesus, Maria dan Kristen yang diplester sesuai dengan aturan Islam terungkap melalui pekerjaan restorasi yang sulit untuk museum. Hagia Sophia adalah museum paling populer di Turki tahun lalu, menarik lebih dari 3,7 juta pengunjung. EDITOR: SARAH MEILIANA GUNAWAN