Guna memastikan pelaksanaan sekolah dalam new normal bisa terjamin kesehatan anak didik, Bupati Shabela Abubakar dan Kadis Pendidikan Uswatuddin, melihat langsung ketersedian alat protokol kesehatan di beberapa sekolah.JURNALISA/RAKYAT ACEH

Protokol Kesehatan Ketat

TAKENGON (RA) – Untuk memastikan proses belajar mengajar di masa pandemi berjalan baik sesuai dengan aturan dan protokol kesehatan, Dinas Pendidikan Aceh Tengah bersama Bupati setempat lakukan inspeksi mendadak ke beberapa sekolah.

Bupati Shabela Abubakar, tentu di dampingi Kadis Pendidikan, Uswatuddin mengatakan, untuk Aceh Tengah memasuki kebiasaan baru (new normal) akan mengaktifkan sekolah SMU sederajat. Pembukaan sekolahpun menurut Uswatuddin terlebih dahulu melalui persetujuan wali murid.

“Alhamdulilah untuk Aceh Tengah 70 persen orang tua wali menyetujui proses belajar mengajar berjalan, tentu dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan,” kata Uswatuddin, sambil mengatakan 13 Juli sekolah dibuka.

Lanjutnya, pihak gugus Aceh Tengah, yang di Ketui Shabela Abubakar sudah pula meninjau beberapa sekolah memastikan kesiapan, seperti adanya sarana mencuci tangan, alat pemeriksa suhu, hand sanitezer serta masker untuk para anak didik.

“Bupati melihat kesiapan hal itu dan Alhamdulilah semua sekolah ditingkat SMU sudah menyiapkan semua kebutuhan untuk murid memulai proses belajar. Jumlah para anak didik yang masuk kelas memang hanya 50 persen dari biasa, berarti ada pengurangan jam belajar setiap harinya,” ucap Uswatuddin.

Walau daerah kita aman di zona hijau, semua prosedur dan protap terkait dengan wabah corona harus kita penuhi. “Ini semua untuk kenyamanan anak didik serta para guru yang nantinya akan berada dalam satu kelas. Untuk kegiatan diskusi dan kerja kelompok sama sekali ditiadakan,” lanjut Uswatuddin.

Selanjutnya Bupati Shabela Abubakar dalam kunjungan juga menyayangkan ada sekolah ditengah Kota Takengon yang masih belum memenuhi peralatan standar untuk pencegahan wabah covid-19.

“Masih ada sekolah ditengah kota yang belum memiliki peralatan standar untuk digunakan oleh para siswa. Semua kepala sekolah harus siap untuk hidup berdampingan dengan wabah corona, tentu dengan menyiapkan sarana kebutuhan seperti pencuci tangan standar, kita jangan main-main,” tegur bupati kepada kepala sekolah.

Selain itu, dia juga menekankan aturan yang harus dilakukan sekolah dalam hal kewajiban menggunakan masker di lingkungan sekolah, tidak membuka kantin sekolah, serta pengetatan akses keluar masuk sekolah.

Pada kesempatan itu, Shabela mengajak semua pihak untuk dengan sungguh-sungguh mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah, agar pelaksanaan proses belajar dapat berjalan produktif dan aman covid-19.

Adapun sekolah-sekolah disambangi Bupati dan tim gugus tugas, antara lain MAN 1 Takengon, SMAN 17 Takengon di Bies, SMKN 2 Takengon di Pegasing, SMAN 11 Takengon di Atu Lintang, SMAN 5 Takengon di Jagong Jeget dan MAS Al Huda di Jagong Jeget. (jur/bai)