Ketua DPRK, Arwin Mega (kiri) berhasil mendamaikan Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar dan Wakil Bupati Firdaus yang berselisih paham beberapa waktu lalu. JURNALISA/RAKYAT ACEH

TAKENGON (RA) – Sempat berselisih paham dan tidak bertemu beberapa pekan, Bupati Shabela Abubakar dan Wakil Bupati Firdaus, akhirnya berdamai di dalam ruangan persidangan lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, Sabtu (11/7).

Perdamaian melalui Rapat Paripurna Istimewa dipimpin, Arwin Mega Ketua DPRK, Ansari Wakil Ketua serta Edi Kurniawan juga dihadiri tokoh adat serta forkopimda. Suasana pandemi membatasi jumlah masyarakat yang masuk keruang sidang.

Ketua DPRK, Arwin Mega juga menyampaikan petuah dami untuk keduanya agar tidak lagi berselisih paham dalam membangun Aceh Tengah kedepan. Semua yang terjadi tentu ada hikmahnya dan mari bersama kita saling memafkan satu sama lain.

“Jalan lain tidak ada. Hanya saling memaafkan antara keduanya semua bisa berjalan dengan lancar. Hari-hari kedepan kita tinggal membicarakan bagaimana memajukan perekonomian dan pembangunan Takengon. tidak ada lagi perpecahan,” harap Arwin Mega.

Pihak berdamai juga menandatangani kesepakatan bersama tidak lagi mengulangi perselisihan dan akan bekerja keras untuk masyarakat Aceh Tengah.

“Kami mohon maaf atas perselisihan yang terjadi antara kami berdua beberapa pekan ini. Dan semoga ini tidak lagi terulang. Juga terimaksih kepada semua pohak yang telah bersusah payah untuk mencari jalan terbaik seperti saat ini,” ujar Shabela Abubakar.

Disampaikan Shabela, laporan yang telah dibuatnya di Polda Aceh juga akan ditarik, namun akan mencari jalan bagaimana menarik berkas yang sudah dilakukan pemeriksaan.

“Laporan akan kami tarik, namun masih mencari jalan bagaimana proses penarikan berkas yang sudah berproses di Polda Aceh,” terang Shabeela Abubakar kepada awak media.

Hal yang sama juga diucapkan Wakil Bupati Firdaus didepan para anggota DPRK dan tamu undangan. Keduanya berselisih paham karena satu hal terkait dengan pembagian wewenang. “Saya juga memohon maaf kepada rakyat Aceh Tengah dan semua pihak,” ujar Firdaus.

Keduanya dalam prosesi damai itu, memang tidak terlihat saling rangkul, namun dengan tangan terkepal dengan salam Covid-19, bertanda mereka telah iklas untuk memaafkan, satu sama lain. (jur/bai)