PERTEMUAN- Ketua Penyelenggara Kegiatan Vokasi Lhokseumawe, Resyi Azhari, memberikan sambutan dalam acara pertemuan dengan masyarakat Blang Poroh, terkait Blang Poroh menjadi desa vokasi, kemarin. FOR RAKYAT ACEH.

LHOKSEUMAWE (RA)- Gampong Blang Poroh Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe, terpilih sebagai desa vokasi tingkat Aceh, binaan Satuan Pendidikan Non Formal- Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB) Kota Lhokseumawe.

Untuk seluruh Indonesia hanya 30 desa terpilih menjadi desa vokasi tahun 2020. Namun, khusus untuk Aceh hanya dua gampong, yakni Gampong Blang Poroh, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe dan salah satu gampong di Aceh Besar.

Ketua Penyelenggara Kegiatan Vokasi Lhokseumawe, Resyi Azhari, mengatakan, kegiatan program ini terlaksana hasil kerjasama SPNF SKB Kota Lhokseumawe dengan Ditjen Paud, Dikdas, Dikmen melalui Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus. Program yang akan diluncurkan dalam waktu dekat ini di Gampong Blang Poroh yakni Pendidikan Pemberdayaan Perempuan.

“Kita rencanakan ada 100 peserta dalam 2 kegiatan, menjahit dan tata rias pengantin. Untuk menjahit diajarkan menjahit pakaian, keset, jilbab, masker, sarung bantal dan lainnya. Kemudian, tata rias yakni rias wajah dan inai,”kata Resyi Azhari, kepada Rakyat Aceh, kemarin.

Sebut dia,kegiatan pembelajaran akan dilakukan selama 2 bulan dan selanjutnya akan diupayakan pendampingan supaya para peserta lebih mandiri. Termasuk membantu untuk pemasaran hasil produksi menjahit.

Selain itu, lanjut Resyi, tujuan utama dari program bantuan penyelenggaraan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan untuk meningkatkan kecakapan personal, akademik, sosial dan vokasional. Kemudian, mengurangi potensi dampak resiko sosial kelompok perempuan marginal.

Selanjutnya, untuk meningkatkan potensi Sumber Daya Manusia melalui berbagai kegiatan keterampilan dan mendukung Pemerintah Daerah dalam kegiatan pemberdayaan perempuan melalui penyusunan rencana aksi daerah.

Sementara indikator keberhasilan program Pendidikan Pemberdayaan Perempuan jika memiliki indikator sebagai berikut, meningkatnya jumlah peremuan yang memiliki pendapatan, munculnya kelompok-kelompok usaha mikro (home industry) yang dapat mendukung ekonomi keluarga dan adanya peningkatan pengetahuan ketrampilan peserta didik.

Dilokasi terpisah, Keuchik Blang Poroh, Abdullah Z, mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada SPNF SKB Kota Lhokseumawe yang mempercayakan Blang Poroh sebagai gampong vokasi untuk Pendidikan Pemberdayaan Perempuan. “ Program yang akan dilaksanakan itu sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga dan remaja untuk memiliki keahlian dalam menjahit,”pintanya. (arm/msi)