Dua Kasus HIV AIDS di Kota Langsa

INT.

LANGSA (RA) – Dinas Kesehatan Kota Langsa menemukan 2 kasus penderita HIV AIDS. Keduanya kini berobat ke klinik voluntery counselling and testing (VCT) RSUD Langsa.

“Total semua sebanyak 18 kasus, namun hanya 2 orang dari Kota Langsa, sementara sisanya berasal dari Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tamiang dan Kota Lhokseumawe,” ungkap, Sekretaris Dinkes Kota Langsa, Erizal SKM MKes, kepada Rakyat Aceh, Rabu, (15/07).

Menurutnya, pasien yang dari luar daerah berobat ke RSUD Langsa karena merasa nyaman dan percaya dengan petugas diklinik VCT RSUD Langsa.

Sesuai Permenkes RI No. 74 Tahun 2014, semua rumah sakit yang sudah terbentuk klinik VCT, wajib melayani seluruh pasien yang berkunjung untuk melakukan konseling baik dari dalam dan luar daerah.

Selanjutnya Erizal menyebutkan, kalau ada informasi menyebutkan penyebaran HIV AIDS di Kota Lngsa tinggi, itu tidak sesuai dengan data yang ada. Karena mereka hanya pasien dari luar daerah yang berobat ke klinik VCT RSU Langsa.

Dinas Kesehatan meminta LSM untuk tidak merilis informasi yang tidak sesuai dengan data. Hal ini akan merusak citra Kota Langsa. Lebih penting lagi jangan buat Kota Langsa dengan tercemar dengan data tidak valid. ” Kalau mau data silakan hubungi kami Dinas Kesehatan,” ujar Erizal lagi.

Selanjutnya, mengaitkan banyaknya PSK dengan penyebaran HIV AIDS, Dinkes tetap melihat data yang memiliki korelasi secara medis.

Penyebaran HIV AIDS tidak hanya karena hubungan itim dengan orang yang sudah terinfeksi HIV saja, namun bisa jadi melalui jarum suntik dan pertukaran cairan tubuh.
“Jadi peningkatan kasus HIV bukan hanya dengan adanya kasus PSK” imbuh Erizal. (ris/min)