Juru Kementerian Pertahanan, Dahnil Anzar Simanjuntak. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

Harianrakyataceh.com – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya aliran dana pengelolaan kas yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ke rekening pribadi. Salah satunya, Kementerian Pertahanan sebesar Rp 48.129.446.085. Dana tersebut diduga mengalir ke rekening bank pribadi dan belum dilaporkan atau belum mendapat izin dari Menteri Keuangan.

Menanggapi ini,juru bicara Kementerian Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan,temuan
BPK tersebut sudah dijawab oleh pihak Irjen Kemhan kepada BPK dengan rinci dan jelas. Sehingga opini LHP Kementerian Pertahanan mendapat predikat WTP.

“Temuan tersebut terkait dengan kegiatan Atase-atase pertahanan di seluruh dunia dalam pelaksanaan tugasnya di luar negeri, dimana membutuhkan pengiriman dana kegiatan yang segera dan cepat,” kata Dahnil dalam keterangannya, Minggu (19/7).

Mantan Ketua Umum DPP Pemuda Muhammadiyah ini menuturkan, proses izin pembukaan rekening sudah disampaikan kepada Kementerian Keuangan. Karena proses kegiatan harus segera dan cepat untuk kegiatan para atase pertahanan di luar negeri, maka secara administrasi terjadi hal tersebut untuk kegiatan pada 2019.

“Namun semua sudah dijelaskan lengkap kepada auditor BPK, karena sudah terang dan jelas tersebutlah, makanya 2019 ini Kementerian Pertahanan memperoleh opini WTP,” pungkasnya.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan