Kejaksaan Agara Komit Tuntaskan Kasus Korupsi Dugaan Alokasi Dana Desa

Rakyat Aceh

KUTACANE (RA) – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Tenggara, Syaifullah SH MH, berjanji dan komit, menuntaskan sejumlah kasus dugaan korupsi yang sedang mereka tangani di Kantor Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara.

Sejumlah kasus dugaan korupsi yang sedang ditangani seperti, penyimpangan Alokasi Dana Desa (ADD) terhadap dugaan kegiatan fiktif Desa Pedesi, Bambel tahun 2019. Begitu juga dugaan penyimpangan ADD dilakukan Kepala Desa Tenembak Juhar, Lawe Bulan tahun 2017 sampai 2019.

Kasus ADD Kute Lawe Hijau, Bambel tahun 2015-2019 serta dugaan kasus ADD Desa Semadam awal tahun 2019.

“Kasus yang sudah dinyatakan ke tahap penyidikan yaitu indikasi penyimpangan pada ADD Kute Lawe Tungkal Tanoh Alas. Begitu juga kasus penyimpangan ADD di Desa Sebudi Jaya, Lawe Dua, tahun 2019 telah ditingkatkan ke tahap penyidikan,” kata Syaifullah, kepada Rakyat Aceh.

Selain sejumlah desa diatas dugaan penyimpangan alokasi dana desa juga dilakukan Desa Amaliah dan Desa Lawe Sagu Hilir tahun 2017/2018.

“Temuan lapangan iim Pidsus Kejari, tentang penyimpangan ADD Desa Tembilar Baru, Bambel, tahun 2019 dengan item menyimpang diketahui pembelian kambing kepada 70 kepala keluarga dan pembangunan mck/wc,” jelasnya.

Tidak hanya itu, kasus ditangani juga terkait penyelenggaraan bimbingan tehknis aparatur desa tahun 2019 diselanggerakan pengurus APDESI Kabupaten Aceh Tenggara.

“Insya Allah kami berkomitmen, menyelesaikan masalah yang belum tuntas, tentunya ada tahapan yang kita lalui karena ini menyangkut harkat martabat seseorang, maka kita bersama rekan-rekan berkomitmen untuk memenuhi alat bukti terkait perkara tersebut,” pungkas Syaifullah.

Disisi lain, pada tahun ini pihaknya juga telah menerima tiga laporan dugaan korupsi lainya seperti klarifikasi invetigasi tentang pembangunan jalan Lawe Kongker Deleng Kukusen di menangkan PT Agara Tama Alas Indo, serta penyalah gunaan hak dan wewenang Kepala Puskesmas Gugur Pordamuan.

Serta terkait kasus penyimpangan pengelolaan keuangan PDAM Tirta Agara pada tahun 2018. (val/bai)