Maling Asset PLN Ditangkap Polisi

Ahmadi/Rakyat AcehTersangka: Wakapolres Simeulue, memperlihatkan Tersangka Maling Asset PLN. usasi komperensi pers. Senin (20/7).

SIMEULUE (RA) – Lima tersangka maling asset Negara milik pembangkit PLTD Lasikin, tanpa perlawanan berghasil ditangkap Tim Elang Resmob Polres Simeulue, Sabtu (18/7).

Adapun kelima tersangka yang telah ditangkap itu, 4 orang dintaranya berstatus pegawai tetap dan pegawai kontrak PT PLN Persero yang bertugas di PLTD Pembangkit Lasikin, yakni IB (33). KA (24). HU (34) dan SU (41) serta satu orang penadah inisial JU (52).

Selain kelima tersangka juga turut diamankan sejumlah Barang Bukti (BB) lain travo daya, mobil dinas dan sejumlah alat pemotong berupa seperangkat las, tabung gas, becak mesin dan kenderaan roda dua.

Hal dijelaskan Wakapolres Kompol Raja Gunawan yang didampingi Kabagops dan Kasatreskrim dalam konferensi Prs dengan sejumlah wartawan yang bertugas di Kabupaten Simeulue, Senin (20/7).

“IB (33) memiliki jabatan vital BUMN yakni sebagai supervisor. Sedangkan KA (24), H (34), dan SU (41) merupakan karyawan tetap dan karyawan kontrak di PLN serta Jr (52) berperan sebagai penampung atau penadah,” katanya.

Masih menurut Raja Gunawan, perbuatan komplotan maling milik asset negara itu, telah dua kali beraksi pada bulan April 2020 berhasil membawa tembaga isi dalam travo dan dijual Rp 20 juta.

Tersangka yang menguras dan menjual tembaga atas izin dari IB selaku supervisor pembangkit ULP Sinabang, namun tidak memberitahukan kepada pengawas dan Manajer Unit Pelayanan Pelangan (ULP) Sinabang.

Merasa mulus pada aksi pertama, dan pada aksi keduanya, atas informasi dari masyarakat komplotan maling asset Negara itu, berhasil digulung tim Elang Resmob Reskrim Polres Simeulue.

Meskipun atas izin IB sebagai Supervisor mereka memboyong travo tanpa diketahui Manager ULP PLN Sinabang. Sehingga kerugian PLN kehilangan travo milik PLTD tersebut sebesar Rp 46.000.000 juta rupiah.

Keempat tersangka telah memenuhi unsur pidana penggelapan dalam jabatan sebagaimana Pasal 374 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1e jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dan dapat ditetapkan sebagai tersangka.

Sedangkan mengenai tersangka JR telah memenuhi unsur pidana pertolongan jahat (tadah) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480 KUHP. Kelima tersangka itu terancam penjara paling rendah 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

“Para tersangka, mendapat sanksi ancaman penjara paling rendah 5 tahun dan paling tinggi selama 15 tahun penjara. Berkas tersangka secepatnya kita limpahan ke kejaksaan,” imbuh Wakapolres Simeulue.

Terpisah, hasil Konfirmasi ke Kabag Humas, PLN Aceh, Bahrul Halid, mengatakan, apabila keempat karyawan PLN Sinabang, terbukti bersalah dan telah berkekuatan hukum vonis, maka sanksinya sangat berat, yakni bisa dipecat. (ahi/rus)