Disidak Sekda Idhami Bangunan Liar Marak di Kota Sigli

Bangunan liar dibangun dalam komplek terminal labi labi Kota Sigli, sebanyak 12 pintu kios disewakan pihak pembangun kepada penyewa, Selasa (21/7). dhian anna asmara

SIGLI (RA) – Wakil Bupati (Wabup) Pidie, Fadhlullah TM Daud ST sempat marah besar atas kehadiran sejumlah bangunan liar di tanah milik Pemkab Pidie, namun sampai sejauh ini belum ada realisasi untuk dibongkar.

Bangunan liar yang sempat membuat Wabup Fadhlullah marah dan meminta pihak dinas dinas terkait untuk menertibkannya, baik yang ada di terminal bus labi labi dan Gampong Pante Teungoh Kota Sigli.

Sementara bangunan liar yang sebelumnya 12 pintu di terminal labi-labi sudah berusia hampir dua tahun, baru sekarang mencuat kepermukaan. Sedangkan bangunan lainnya di Gampong Pantee Teungoh, usianya hitungan bulan saja.

Dari 12 kios berdinding papan beratap seng, berlantai semen di terminal lama Kota Sigli, atau sekarang terminal labi-labi dibangun oleh pihak ketiga. Seterusnya, disewakan pihak pihak pedagang.

Terkait dengan persoalan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Pidie, Jufrizal S.Sos kepada sejumlah media cetak menyebutkan, ia tidak tahu persis siapa yang memberi izin mendirikan bangunan tersebut.

Dikatakannya, sebelum dirinya menjadi Kepala Dinas Perhubungan, bangunan bangunan liar tersebut sudah dibangun didalam.komplek terminal “labi labi”. Pun begitu, diakuinya sangat semrawut dan merusak lingkungan terminal.

Menyangkut sejumlah bangunan liar lainnya dibangun di atas tanah milik Pemkab Pidie, tepatnya di Gampong Pantee Teungoh, Jufrizal menyebutkan persoalan tersebut bukan ranahnya, tapi ranah dari dinas lainnya.

“Seharusnya, Pemkab Pidie tidak perlu saling menyalahkan dan “buang badan” menyangkut kritikan berbagai elemen masyarakat terhadap kondisi memprihatinkan ini,” sebut sejumlah pemerhati pembangunan dan tokoh masyarakat kepada Rakyat Aceh, Selasa (21/7).

Tokoh masyarakat, warga Kota Sigli itu menambahkan, masalah bangunan sederetan kios dalam terminal angkutan kota (labi-labi) sudah dibangun sekitar dua tahun.

Tidak hanya bangunan tersebut, cukup banyak bangunan lainnya dibangun tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB), termasuk bangunan liar diatas saluran irigasi teknis Baro Raya, serta disepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS).

Menariknya, sebut tokoh masyarakat yang juga pemerhati pembangunan tersebut masalah bangunan liar yang “menyomak” di Kota Sigli dan kota kota kecamatan lainnya, sepertinya menggambarkan Pidie kian tidak terurus.

Sekda Pidie, H.Idhami S.Sos M.Si kepada Rakyat Aceh, Selasa kemarin mengatakan, ia sudah pernah melakukan tinjauan mendadak sehubungan dengan laporan tokoh masyarakat di Kota Sigli, terhadap bangunan “liar ” diterminal labi labi.

Selain itu, bangunan bangunan kios buah yang dibangun dipintu masuk terminal. “Kita akan memanggil pihak pengelola terminal, yakni Dinas Perhubungan,” sebut Sekda Idhami.
Menurut Sekda Idhami ibelum ada laporan dinas terkait, baik Dinas Perhubungan maupun Dinas Perindagkop menyangkut persoalan bangunan “luar” tersebut. “Tunggu saja, hasil rapat nanti terhadap bangunan bangunan liar tidak berizin itu.” Pungkasnya. (mag85/ra)