Ketika Ketua Saudagar Baik Hati Berjumpa Profesor, Ini Rekomendasinya

Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Prof. Dr. Jasman J. Ma'ruf , SE., MBA, mendiskusikan dunia usaha bersama Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Aceh Barat, Amiruddin ST. Meulaboh, Kamis (23/7) petang.

Meulaboh – Ingin hasil memuaskan di dunia usaha, Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf , SE., MBA, sarankan pengusaha tetap selalu mengedepankan kajian ilmu pengetahuan dan teknologi dalam setiap item manajemen bisnisnya.

“Sudah benar pemahaman pak Amir, tetap selalu menggunakan kajian ilmu pengetahuan dan teknologi dalam setiap item bisnis, agar potensi kegagalan sangat dapat diminimalisir,” ucap Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf , SE., MBA, saat duduk berdiskusi bersama Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Aceh Barat, Amiruddin ST, Kamis (23/7), di Meulaboh.

Memang, sebut Jasman, efek dari mengandalkan teknologi dan ilmu pengetahuan demikian, tentu dapat menurunnya daya serap tenaga kerja manusia, sebab rutinitas secara otomatis dilakukan oleh mesin. “Tapi hasil yang diperoleh akan lebih meningkatkan,” katanya.

Sebagi contoh bisnis ternak ayam potong yang sedang ditekuni Amiruddin ST di Aceh Barat, segala rutinitas, mulai memberikan pakan, air, dan lain-lain menggunakan mesin. Sehingga untuk satu kandang hanya membutuhkan beberapa orang tenaga kerja.

Namun Jasman meminta, masyarakat Aceh, khususnya penduduk Pantai Barat Aceh, tetap harus membiasakan diri menggunakan kajian ilmu pengetahuan dan teknologi dalam setiap usahanya, agar ritme hasil atau produksi tetap terjaga sesuai target yang ditentukan.

Cerita Jasman, mayoritas petani masih menjalani rutinitas berbagai budidaya, secara tradisional. Kondisi ini juga terjadi pada nelayan di daerah itu. “Mengedepankan ilmu pengetahuan dan teknologi akan lebih efektif, sebagai contoh nelayan negara negara luar, mereka lebih mengandalkan teknologi dalam menangkap ikan sehingga hasil tangkapan sangat memuaskan,” terangnya.

Mau tidak mau, Jasman mengaku mulai salut dengan sosok Amiruddin, karena telah bersedia meluangkan waktu, pikiran, dan sedikit uangnya untuk melakukan berbagai kajian ilmu pengetahuan dan teknologi pada berbagai sektor pertanian yang dominan ditekuni oleh masyarakat Aceh Barat. ‘Hasil dari kajian itu, langsung diterapkannya kepada petani di kabupaten ini. Tujuannya supaya petani sukses mendapat hasil yang memuaskan,” katanya.

Ia juga menyebutkan, jika ada 10 orang sosok yang penuh dedikasi seperti Amiruddin di Aceh, daerah serambi Mekah ini, akan sangat sukses dan makmur, sebab berbagai potensi sumber daya alam dapat dikelola secara maksimal.

Namun ada catatan yang harus dipikirkan Amiruddin, jika ingin berbagai usaha yang sedang ditekuninya tetap berjalan sukses, salah satunya harus memiliki pabrik mengelola pakan secara mandiri, sehingga tidak ada ketergantungan dengan pihak lain. “Ini dunia bisnis, harus dikaji matang-matang, jika masih ketergantungan, itu masih ada peluang rawan. Jadi harus persiapan segalanya, dari hulu-hilir harus dipikirkan,” petunjuknya.(den)