Dinas Pertanahan Aceh dan Fisip UTU Jalin Kerjasama

BANDA ACEH (RA) – Dinas Pertanahan Aceh bersama Fakultas Fisip Universitas Teuku Umar (UTU) melakukan penandatanganan kerjasama, yang meliputi bagian Tri Darma Perguruan Tinggi, di aula Pertanahan Aceh, Kamis (23/7).

Pedandatangan MOU tersebut bagian tindak lanjut kerjasama dengan lembaga di bawah Pemerintah Aceh, yang sebelumnya UTU telah melakukan MoU dengan Pemerintah Aceh menyangkut pendidikan, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengembangan SDM.

Kepala Dinas Pertanahan Aceh, Edi Yandra mengatakan, kerjasama tersebut sangat dibutuhkan terkait dengan kajian dalam membantu kelengkapan data.

“Kita akan melahirkan nantinya sebuah peta konflik pertanahan. Nantinya dalam bentuk peta tersebut di lakukan penelitian oleh kawan di UTU, khususnya Fakultas Fisip dengan berkordinasi bersama Dinas Pertanahan Aceh.

Selain itu, kata Edi, nantinya diharapkan juga akan ada pembinaan kepada mukim dan keuchik di bagian barat selatan bekerjasama dengan Fisip UTU dalam mem berikan pemahaman dalam penyelesaian sengketa tanah yang menimbulkan konflik.

“Diharapkan mereka paham akan masalah penyelesaian sengketa konflik, masalah penataan tanah, kemudian kebenaran hak tanah yang ada di kabupaten tersebut. Sehingga terhindar dari konflik pertanahan dan urusan pertanahan ini pelan-pelan terbebaskan dari masalah dan pemanfaatan sudah jelas dengan data yang kita dapat,” sebutnya.

Edi Yandra berujar, kerjasama kali ini tidak akan menutup kemungkinan kedepan dapat bekerjasma dengan universitas lainnya. “Saya rasa tidak menutup kemungkinan bagi universitas lainnya. Sejauh pemerintah Aceh dalam hal ini Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah sudah melakukam MoU lebih awal sehingga tindak lanjutnya bisa kita lakukan.

Tapi seandainya tidak ada ikatan dari Pemerintah Aceh dalam hal ini pak gubernur, mungkin kita dibawah pak gubernur tidak bisa dilakukan juga,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fisip UTU, Basri SH MH mengungkapkan, kerjasama tersebut bagian dari Tridarma Perguruan tinggi seperti pendidikan, pengabdian dan penelitian, yang bersama bergerak di bidang tersebut.

“Seperti mahasiswa yang nantinya bisa magang di Dinas Pertanahan Aceh. Bidang penelitian nanti ada permasalahan pertanahan di Aceh kita bisa membantu dengan pemikiran untuk mencari solusi.

Pengabdian misalnya ada program dari Dinas Pertanahan yang melakukan penyuluhan, kita bisa mendukung serta memberikan tenaganya khususnya bagi UTU kedepan,” ujarnya. (mar)