Korupsi Dana Desa Sebudi Jaya Kejari Agara Tahan Kepala Desa dan Bendahara

Kajari Aceh Tenggara Syaifullah, membawa Misdan oknum Kepala Desa Sebudi Jaya, Kamis (23/7) atas dugaan korupsi dana desa tahun anggaran 2001. Nauval/Rakyat Aceh

KUTACANE (RA) – Diduga melakukan korupsi dana desa, kepala desa dan bendahara Desa Sebudi Jaya, Lawe Dua, ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan oleh Pihak Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara (Agara).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Tenggara, Syaifullah, mengatakan kedua pelaku diduga telah melangar Pasal 2 dan 3 UU No 20 Tahun 2001. Tentang perubahan atas U No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Ada dua orang yang kita tahan hari ini, Misdan (kepala desa) serta bendahara diketahui M Odi Agam,” kata Syaifullah, kepada Rakyat Aceh, Kamis (23/7).

Dijelaskan, adapun modus penyelewengan dilakukan kedua tersangka dengan cara membuat laporan fiktif. Setelah ditetapkan menjadi tersangka, kedua pelaku kini dititipkan di Rumah Tahana Klas II B Kutacane.

Diberitakan sebelumnya, penyelidikan dugaan penyelewangan dan penyalahgunaan dana Desa Sebudi Jaya, Kecamatan Bukit Tusam, ditingkatkan ketahap Penyidikan, Rabu (22/7).

Surat Perintah Penyidikan bernomor Print- 01/L.1.20/Fd.1/06/2020 di turunkan pada 26 Juni 2020 lalu. Pengusutan Kasus ini sendiri berawal dari laporan masyarakat desa setempat, dilaporkan 28 Januari 2020 lalu, dengan nomor Print-01/L.1.20/FI.1/03/2020. Adapun terlapor diketahui kepala desa setempat atas nama Misdan.

“Dalam perkara ini ada indikasi merugikan keuangan Negara sebesar Rp 611.810.000,” jelas Syaifullah.

Adapun paket proyek dana desa diselewengkan dan dibuat laporan fiktif, seperti dana pernyataan modal desa Rp 170 Juta, dan Dana Pembangunan peningkatan sumber jaringan Air Bersih, Rp 441 Juta, tahun anggaran 2019 lalu. (val/min)