Dosen Fakultas Hukum Unsyiah Fasilitasi Nelayan Ulee Lheu Identifikasi Aturan Adat

BANDA ACEH (RA) – Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh memfasilitasi nelayan di Lhok Ulee Lheu dalam mengidentifikasi hukum adat dan penentuan wilayah kelola masyarakat hukum adat laot.

Identifikasi tersebut merupakan bagian dari pengabdian tiga orang dosen Fakultas Hukum kepada Lembaga Panglima Laot Lhok Ulee Lheu, Banda Aceh. Kegiatan pengabdian berbasis produk dilaksanakan oleh Dr Teuku Muttaqin Mansur MH sebagai ketua, Dr M Adli SH MCL, dan Dr Sulaiman S.H M.H sebagai anggota.

Ketua Pengabdi, Teuku Muttaqin Mansur mengatakan kegiatan pengabdian bertema Pendampingan Kepada Lembaga Panglima Laot Lhok/Masyarakat Lhok Ulee Lheu, Banda Aceh. Dalam Penentuan Wilayah Kelola Laut Berbasis Hukum Adat diawali dengan sosialisasi dan identifikasi aturan adat. Setelah tahapan ini selesai dilanjutkan dengan penentuan Wilayah Kelola, jelas Muttaqin.

“Ada dua tahapan yang dilakukan pada kegiatan ini, yaitu identifikasi aturan adat dan penentuan wilayah kelola Masyarakat Hukum Adat Laot, ” ujar lulusan Doktor Hukum Adat Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

Dia menjelaskan, pada dasarnya hukom adat laot di Aceh sudah dimiliki oleh wilayah lhok masing-masing, tetapi belum dibuat dalam bentuk kesepakatan tertulis. Karena itu, kita akan memfasilitasi para nelayan untuk menuliskannya. Ini penting, mengingat bisa menjadi dokumen tertulis dan dapat menjadi acuan jika muncul persengketaan” jelas Teuku Muttaqin.

Muttaqin menambahkan, berdasarkan jadwal yang identifikasi dan penentuan wilayah kelola adat berakhir pada November mendatang. “Semoga kegiatan ini dapat terlaksana sesuai jadwal, “harapnya.

Wakil Panglima Laot Lhok dan sejumlah nelayan yang hadir menyambut baik dan mendukung kegiatan yang dilaksanakan.

Kami mendukung kegiatan baik ini, dan sangat berharap, aturan yang akan disepakati nantinya bisa kami laksanakan bersama dengan sebaik-baiknya, dan tentu bermanfaat bagi keberlangsungan sumber daya ikan dan lingkungan dalam kawasan kelola, kata Pawang Agam, Wakil Panglima.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian dosen yang ditugaskan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unsyiah tahun 2020. Kegiatan ini turut diikuti oleh Panglima Laot Lhok Uleu Lheu dan jajaran, mitra pengabdi Jaringan Kuala Aceh, Ketua Teupin yang terdapat di wilayah Lhok, dan nelayan. [Ra]