Takbiran Keliling Dilarang, FSI Bireuen Minta Forkopimda Adil Mengambil Kebijakan

BIREUEN (RA) – Menyambut hari raya Idul Adha 1441 H /2020 M, Forum pimpinan daerah (Forkopimda) Bireuen sudah mengeluarkan himbauan bersama kepada seluruh masyarakat Bireuen tertanggal 25 Juli.

Adapun himbauan bersama berisi antara lain, tidak dibolehkan takbiran keliling. Kemudian, shalat Idul Fitri dibolehkan di mesjid atau meunasah dengan memperhatikan protokol kesehatan penanganan dan pencegahan covid-19.

Masyarakat Bireuen juga dilarang untuk tidak mengunjungi objek wisata, tidak menjual dan membakar mercon, kembang api, serta jenis petasan lainnya pada malam hari raya Idul Adha.

Himbauan tersebut ditandatangani Bupati Bireuen, Ketua DPRK, Dandim 0111/Bireuen, Kapolres, Kajari Bireuen, Ketua Pengadilan Negeri Bireuen dan Ketua Mahkamah Syari’ah Bireuen serta ketua MPU Bireuen.

Sehubungan dengan keluarnya himbauan itu, Forkopimda Bireuen diminta agar pelarangan kegiatan, jangan hanya diterapkan pada syiar Islam saja.

“Kami berharap, jangan sampai nanti hanya takbiran keliling yang dilarang, padahal takbiran sudah jelas syiar islam dan sudah menjadi adat istiadat orang Aceh pada malam lebaran. Sebaiknya, pihak pemerintah menganjurkan kepada masyarakat yang mengikuti takbiran untuk memakai masker dan mengikuti protokol kesehatan,” ujar ketua Dewan Pimpinan Wilayah Front Santri Indonesia (DPW FSI) Kabupaten Bireuen, Tgk Fachrulhadi kepada media Rakyat Aceh, Selasa (28/7).

Sedangkan semua bentuk keramaian lainnya, sebut Tgk Fachrul, yang telah dihimbau Dinas Syariat Islam Bireuen, harus ada ketegasan dari pihak pemerintah untuk melarangnya. Selain untuk pencegahan penularan virus corona, juga besar kemungkinan terjadinya pelanggaran syariat Islam.

“Pemerintah Kabupaten Bireuen diminta agar lebih bijak dan adil dalam mengambil keputusan. Apalagi, kebijakan seperti ini dapat berefek kepada penilaian negatif di kalangan masyarakat,” ungkap ketua DPW FSI Bireuen. (akh)