Bupati Aceh Barat, H. Ramli MS memantau langsung penangan korban banjir di posko Desa Pasie Masjid, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. Rabu (29/7).

Meulaboh – Banjir luapan melanda kabupaten Aceh Barat terus meluas. Jika data sebelumnya hanya merendam enam kecamatan, kini mencapai 10 kecamatan mulai tergenang. Selain menyebabkan kerugian harta benda, seorang anak meranjak remaja ditemukan tewas tenggelam.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, merilis banjir mulai meluas di 10 kecamatan dengan ketinggian banjir luapan 60 Cm – 1,5 Meter. “Hari ini sudah mencapai 10 kecamatan dari 12 kecamatan yang tergenang banjir luapan sungai. Sementara jumlah desa terendam sebanyak 76 kampung,” kata Pusdalops BPBD Aceh Barat, Manshuri, Rabu (29/7).

Kecamatan yang tergenang banjir, adalah Kecamatan Kecamatan Kaway XVI meliputi 25 desa, Kecamatan Woyla Barat meliputi sembilan desa, Kecamatan Johan Pahlawan meliputi sembilan desa, Kecamatan Meureubo meliputi enam desa, Kecamatan Woyla meliputi tujuh desa, Kecamatan Arongan Lambalek meliputi empat desa, Kecamatan Woyla Timur meliputi sembilan desa, Kecamatan Samatiga tiga Desa, Kecamatan Sungai Mas meliputi satu desa dan Kecamatan Pante Ceureumen satu desa.

Manshuri menjelaskan, banjir yang meluap di Kabupaten Aceh Barat, telah menyebabkan ribuan jiwa harus mengungsi hingga menyebabkan kerusakan beberapa fasilitas umum.
“ Sampai saat ini kami masih melakukan pendataan berapa ratus atau ribu jiwa yang harus mengungsi, namun BPBD juga telah mendirikan beberapa tenda darurat di beberapa titik lokasi banjir,” ungkapnya.

Bupati Aceh Barat H. Ramli MS, juga terlihat sibuk mondar-mandir dalam dua hari terakhir. Ia memantau langsung lokasi banjir dan infrastruktur jalan yang amblas. Berkali-kali, ia menegaskan kepada BPBD, Dinas Sosial, PUPR, Dinas Perumahan dan Permukiman, dan perangkat desa agar tidak lalai dengan tugas serta tanggung jawab masingmasing. “Jangan lalai, lakukan tugas secara profesional. Layani korban bencana sesuai tupoksi masing-masing,” pintanya.

Pada Rabu (29/7) hari, H. Ramli MS kembali memantau perkembangan bencana banjir di daerahnya. Ia menyampaikan sendiri kesiapan petugas dalam penanganan korban banjir, dari proses evakuasi, membangun tenda pengungsian, penanganan darurat jalan amblas, hingga verifikasi data rumah rusak imbas bencana. “Perangkat desa, tolong bimbing dan pantau secara rill warga di wilayah masing – masing. Setiap bantuan yang masuk harus dimanfaatkan merata,” arahannya.

Selanjutnya, Ramli MS kembali mengunjungi rumah duka korban tenggelam, Alm. Viko Yuga Hulu (11), Desa Blang Beurandang, Kecamatan Johan Pahlawan. Ia mengucapkan rasa berkabung sedalam-dalamnya kepada pihak keluar. “Yang sabar, yang ikhlas. Langkah, rezeki, pertemuan, maut memang sudah menjadi suratan manusia. Hanya sebab meninggal manusia itu saja, yang berbeda-beda,” ucap Ramli MS.

Musibah tenggelam Alm. Viko, sambung Ramli MS, dapat dijadikan pelajaran bagi masyarakat Aceh Barat, khususnya yang berdomisili di tepian daerah aliran sungai (DAS) atau permukiman yang rawan banjir.

“Tolong orang tua tetap mengawasi secara ekstra anak-anak mereka, agar jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Arus air banjir itu sangat deras, jembatan saja mampu dirobohkan, apalagi hanya tubuh manusia. Jadi tolong tingkatkan kewaspadaan terhadap anggota keluarga masing-masing,” pesannya.

Kepada kepala desa, khusus wilayah berdampak banjir, agar membantu warganya dengan menggunakan anggaran desa. Sebab, dalam dana desa tersebut, terdapat peruntukan bagi bencana sehingga diharapkan aparatur desa dapat mempergunakan sebaik mungkin demi meringankan beban korban banjir.

Ia juga menjelaskan, jika musibah banjir yang menimpa 10 kecamatan di Aceh Barat, merupakan cobaan dari Allah SWT, sehingga bersabar dan perbanyak berdoa. Selaku kepala daerah, Ramli MS mengaku tidak akan tinggal diam melihat kondisi di wilayahnya. “Saya akan terus memberikan perhatian dan memantau langsung penanganannya, seperti membuka dapur umum yang dipusatkan di Kantor Kecamatan,” jelasnya.

Semoga musibah banjir ini cepat berlalu, agar masyarakat Aceh Barat yang fokus antisipasi pendemi Covid 19, dapat kembali menyiapkan diri menyambut lebaran Idul Adha 1441 H.(den)