Nuraini bocah penderita anemia tengah di beri susu formula oleh neneknya.KAYA ALIM/RAKYAT ACEH

SUBULUSSALAM (RA) – Nuraini umur 2 tahun, kini terbaring lemas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam. Bocah berjenis kelamin perempuan ini di vonis menderita penyakit anemia oleh dokter di sana.

Untuk mendapat penanganan yang serius, dokter RSUD Subulussalam menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Namun, saran dokter agar di rujuk ke Banda Aceh terpaksa di urungkan Nurajizah ibu Nuraini mengingat biaya hidup selama mendampingi anak pertama nya itu tidak ada.

“Bagaimana kami berangkat ke Banda Aceh makan sehari-hari saja terpaksa menumpang di rumah ibu saya,” kata Nurajizah, saat ditemui di ruang anak RSUD Subulussalam, Selasa (28/7).

Menurut keterangan Nurajizah, anaknya sudah menderita sakit sejak tahun pertama dan paling terlihat adalah tahun ini. Nurajizah juga menyampaikan satu minggu ini suaminya yang bernama Junaidi juga pergi dari rumah tanpa ada sebab.

Padahal kata Nurajizah, anaknya butuh pendampingan ayah, namun hingga kini suaminya itu tak tahu kemana. “Saat saya tanya ke ibu mertua, juga mereka tidak tahu. Sudah ada seminggu enggak pulang-pulang,” keluh Nurajizah.

Nurajizah bersama suami dan anaknya tinggal menumpang di rumah ibunya yang berada di Desa Subulussalam Timur, Kecamatan Simpang Kiri. Suaminya hanya bekerja sebagai kuli bangunan.

Pada waktu kepergian suaminya dari rumah untuk mengambil gajinya sebagai buruh bangunan namun sejak itu pula suaminya tak pulang-pulang.

Dirumah sakit, Nuraini ditemani ibu dan neneknya. Mereka hanya terdiam dan pasrah disaat mendengar saran dokter agar di rujuk ke Banda Aceh. Kini, mata Nuraini terlihat jarang terbuka dan sesekali menangis disaat merasa sakit di tangannya tempat jarum impus di pasang.

Untuk menenangkan Nuraini, ibunya melengketkan dot di mulut Nuraini yang semakin hari semakin pucat. “Kami tak berdaya. Kadang saya berpikir demi biaya ke Banda Aceh, saya rela menjual rumah reot saya. Karena hanya itu benda yang ada yang lain tidak ada,” sambung neneknya yang turut mendampingi cucunya di RSUD.

Nurajizah pun berharap kepada darmawan untuk membantu biaya hidup mereka selama mendampingi putri pertama nya di RSUDZA Banda Aceh.

Istri Walikota Bantu Biaya Hidup
Mendapat kabar bocah malang ini, Hj Mariani Harahap yang merupakan istri Walikota Subulussalam langsung turun menjenguk Nuraini. Hj Mariani Harahap yang didampingi beberapa pengurus PKK di sana menyampaikan agar segera di rujuk ke Banda Aceh. Bahkan, saat itu pula Hj Mariani Harahap menyerahkan amplop berisi uang untuk biaya hidup ke Banda Aceh.

“Yang penting bagaimana agar anak ini sembuh. Nanti sore saya harap anak ini langsung di rujuk ke Banda Aceh. Mengenai biaya seperti di keluhkan ibu, akan kita bantu. Pokoknya cepat berangkat ke Banda Aceh untuk mendapat penanganan yang lebih baik,” ungkap Hj Mariani Harahap.

Selain istri Walikota, hari itu juga rombongan istri Wakil Walikota Subulussalam, Ramadhiany juga langsung mendatangi Nuraini. Di sana, Ramadhiany juga menyerahkan amplop berisi uang kepada Nurajizah.

Selain itu, Yayasan Advokasi Rakyat Aceh Perwakilan Kota Subulussalam juga turut hadir dan memberikan dukungan kepada Nurajizah. Edi Sahputra Bako, selaku Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh Perwakilan Kota Subulussalam menyampaikan pihaknya akan melakukan penggalangan dana untuk biaya hidup orangtua Nuraini selama proses pengobatan di Banda Aceh.

“Insya Allah, kita akan melakukan penggalangan dana untuk adek kita Nuraini. Apalagi keluarga Nurajizah merupakan keluarga kurang mampu nanti sudah menjadi tanggungjawab kita antar sesama untuk membantu meringankan beban mereka,” ungkap Edi. (lim/bai)