Dua dam truk bermuatan besar yang berisi getah pinus ditahan Polres Aceh Tengah guna pemeriksaan terkait surat-surat dan asal barang. Menurut informasi penahanan telah dilakukan sejak tiga hari lalu. saat ini dua truk tadi terparkir di depan Mapolres setempat.JURNALISA/RAKYAT ACEH

TAKENGON (RA) – Dua dam truk bermuatan besar ditahan pihak Reskrim Polres Aceh Tengah, Minggu (26/7), karena diduga bermuatan gondorukem (Getah Pinus) akan dibawa ke Sumetara Utara (Medan).

Kapolres Aceh Tengah AKBP Sandy Sinurat, melalui Kasat Reskrim Iptu Agus Riwayanto mengatakan, penahanan dua dam truk bermuatan besar itu untuk dilakukan pemeriksaan terkait surat-surat atau ijin membawa getah pinus ke Medan.

“Kita akan melakukan pemeriksaan terhadap dua angkutan tersebut. Dam truk itu kita tangkap dalam wilayah hukum Polres Aceh Tengah, mereka hendak membawa getah pinus menuju Medan,” kata Kasat Reskrim Agus, Selasa (28/7).

Lanjut Kasat Reskrim, pihaknya masih mendalami surat administrasi dari beberapa pihak terkait termasuk dinas yang ada di kabupaten berpenghasil kopi Arabika itu. “Kami akan melakukan koordinasi dengan beberapa dinas terkait dengan getah pinus. Tentu ada prosedur dan ada aturan,” ucap Agus Riwayanto.

Gondorukem yang ditahan bersama angkutan menurut Agus, bermuatan 36 ton milik PT Internusa yang berlokasi di Kecamatan Isaq, Kabupaten Aceh Tengah. Informasi lainnya diluar penangkapan getah pinus, dalam dua hari ini akan ada aksi terkait dengan larangan membawa getah ke luar Aceh.

Selentingan kabar dapat diserap Wartawan Harian Rakyat Aceh, Rabu (29/7) hari ini akan ada gelombang aksi protes dari para toke getah pinus di Takengon. Menurut mereka saat ini terjadi monopoli harga terkait getah pinus.

“Jual di Aceh Tengah harganya Rp800, sedangkan harga medan mencapai nilai Rp1.200. Ini sangat merugikan petani getah pinus di Takengon,” jelas petani getah namanya enggan ditulis.

Informasi aksi para petani getah juga sampai ke Ketua DPRK Aceh Tengah, Arwin Mega. Menurut Arwin Mega, para petani getah akan datang hari Rabu (hari ini) ke gedung DPRK untuk menyampaikan keluhannya. (jur/bai)