Kalak BPBD Atam, Syahri (kanan) ikut terjun menyemprotkan disinfektan di gedung RSUD Aceh Tamiang menyusul 16 dokter dan perawat di RS itu terpapar positif virus corona, Kamis (30/7). DEDE-RAKYAT ACEH

ACEH TAMIANG (RA) – Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang menyemprokan cairan disinfektan diseluruh gedung RSUD Aceh Tamiang. Aksi cepat tanggap ini dilakukan setelah mendapati belasan petugas medis terpapar corona.

Penyemprotan disinfektan juga bersamaan dengan kegiatan pemeriksaan uji swab massal terhadap seluruh tenaga medis di RS plat merah tersebut, Kamis (30/7).

Pantauan Rakyat Aceh dilapangan, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Atam, Syahri dan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Muhammad Husni tampak ikut serta menyemprotkan disinfektan. Dengan peralatan lengkap, Tim Gugus Tugas ini menyisir dari segala sudut gedung RSUD sambil menyemprotkan cairan anti bakteri tersebut.

“Yang disemprot bagian luar gedung saja, di dalam rumah enggak,” kata Kalak BPBD Atam, Syahri kepada Rakyat Aceh disela kegiatan tersebut.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, M Husni menambahkan, setelah di RSUD, penyemprotan disinfektan akan dilanjutkan di dua Masjid kawasan Kota Kualasimpang dan Karang Baru. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus Corona yang saat ini telah menjangkiti belasan petugas medis di RSUD Aceh Tamiang.

BPBD selaku garda terdepan dalam Tim Gugus Tugas percepatan dan penanganan Covid-19 Aceh Tamiang juga telah mendirikan tenda darurat untuk peralihan pasien dari ruang IGD yang sementara waktu harus ditutup. “Betul tenda ini sementara untuk menampung pasien.

Posisinya berada di halaman depan rumah sakit, tak jauh dari IGD,” kata salah seorang pasukan oranye tersebut.

Direktur RSUD Atam, T Dedi Syah membenarkan pendirian tenda oleh BPBD setempat di depan rumah sakit itu untuk mengalihkan pasien yang di rawat di IGD.

Sementara ini ruang IGD ditutup untuk umum setelah 16 tenaga medisnya dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan sampel uji swab yang dikirimkan Balitbangkes Banda Aceh pada 28 Juli 2020.

“Hanya ruang IGD saja yang tutup, pelayanan rumah sakit tetap berjalan, pasien kita alihkan dirawat di tenda,” ujar Dedi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, Ibnu Azis menyatakan, ke 16 dokter dan perawat yang terinfeksi Covid-19 tersebut bisa dikatakan statusnya tanpa gejala. Pihaknya pun memperhitungkan, hasil swab nanti bakal bertambah kasus positif.

“Memang rata-rata tanpa gejala. Tapi ada salah satu dokter yang mengeluhkan perasanya sudah hambar. Seperti makan dan mancium makanan sudah tidak terasa lagi. Maka dari itulah mereka minta di swab,” terang Azis. (mag-86)