Foto Bupati Aceh Tamiang, Mursil

ACEH TAMIANG (RA) – Bupati Aceh Tamiang, Mursil meluruskan ‘informasi liar’ di media sosial (medsos) dan sejumlah media massa yang menyebarkan isu bahwa rumah sakit umum daerah (RSUD) Aceh Tamiang ditutup. Padahal, baik instalasi gawat darurat (IGD) maupun pelayanan RSUD tetap buka dan memberi pelayanan seperti biasa.

“Dalam kondisi perang pun IGD harus tetap buka. Di rumah sakit manapun tidak boleh IGD tutup,” tegas Mursil di sebuah warkop di Karang Baru usai meninjau tenda darurat yang didirikan BPBD untuk peralihan IGD RSUD Aceh Tamiang sementara, Sabtu (1/8).

Ia sempat mencontohkan, seperti di negara Israel dan Palestina, meski perang terus berkecamuk, tapi rumah sakit mereka tetap buka. Diakui Mursil, memang pelayanan IGD RSUD Atam sempat dialihkan ke tenda pascabelasan dokter dan perawat di rumah sakit tersebut dinyatakan positif Covid-19.

Kemudian pada 30 Juli 2020 seluruh tenaga medis di swab massal. Gedung RSUD milik pemda ini pun langsung disterilkan, disemprot disinfektan oleh petugas BPBD setempat.

“Namun saat ini ruang IGD RSUD Aceh Tamiang sudah kembali diaktifkan, tidak pernah tutup,” sebut Mursil sekaligus mengklarifikasi.

Di warkop yang baru pertama kali dikunjunginya itu, Mursil sempat membahas seputar kemajuan daerah. Ia mengklaim wajah Kota Kualasimpang sekarang tidak semerawut lagi. Terutama bebas dari sampah dan parkir kendaraan sudah tertib.

Selain itu, Pemkab Aceh Tamiang dibawah kepemimpinannya selama tiga tahu berjalan merupakan daerah tercepat se Aceh dalam penerapan regulasi tambahan penghasilan pegawai (TPP).

“Sejumlah daerah juga sudah datang ke Aceh Tamiang belajar bagaimana regulasi tentang TPP sama kita,” sebutnya.

Dalam waktu dekat, Mursil juga akan memberi award kepada sejumlah pejabat ASN yang berprestasi dan berdedikasi tinggi. “Yang dapat award ada kabag, kadis bahkan wakil bupati juga bakal mendapat award dari bupati, karena peran memimpin dan totalitas pengabdian kepada daerah sangat baik,” kata Mursil.

Sementara saat meninjau IGD Bupati Mursil telah mengingatkan agar seluruh tenaga medis mengedepankan protokol kesehatan, selalu menggunakan APD saat bertugas, meski seragam overall sangat tidak nyaman alias panas.

“Tapi apa boleh buat, semua untuk kepentingan orang banyak,” ujarnya.
Direktur RSUD Aceh Tamiang, T Dedy Syah membenarkan ruang IGD yang sempat ditutup selama dua hari untuk kepentingan sterilisasi sudah diaktifkan kembali. Pengaktifan Ruang IGD ini dilakukan setelah manajemen RSUD Aceh Tamiang melakukan beberapa tahapan sterilisasi.

“Mulai dari disinfektan hingga penyinaran ultraviolet ke sejumlah ruangan. Ada empat alat sinar UV untuk menyinari masing-masing ruangan dengan durasi selama dua jam,” kata Dedy. (mag-86)Aceh