Datok Penghulu Desa Kesehatan, Kecamatan Karang Baru, Syariful Alam (baju hijau) ikut berjibaku bersama warga membersihkan puing-puing sisa kebakaran enam unit ruko yang terjadi, Minggu (2/8) dini hari. DEDE/RAKYAT ACEH

ACEH TAMIANG (RA) – Enam unit ruko, disebut-sebut milik warga Tionghoa di kawasan Kedai Besi, Desa Kesehatan, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang ludes terbakar, Minggu (2/8) dini hari.

Informasi dirangkum Rakyat Aceh, insiden kebakaran terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Sedikitnya sembilan unit mobil Damkar milik BPBD Atam dan bantuan dari Pertamina EP Rantau dikerahkan untuk memadamkan api. Namun karena rata-rata bangunan ruko semi permanen, jilatan api cepat membesar. Sijago merah ganas itu baru bisa dipadamkan sekitar satu jam kemudian.

Pada minggu pagi masyarakat setempat mulai membersihkan sisa-sisa puing bangunan menggunakan mobil dump truk. Pascakebakaran itu, lima ruko semi permanen dalam kondisi rata dengan tanah. Sementara satu ruko dua tingkat (grosir) meski tidak roboh, tapi seluruh isi didalamnya hangus, tidak bisa dijual lagi. Api membakar grosir rempah-rempah bahan pangan itu dari bagian atas.

“Ruko ini milik majikan saya dari dulu hingga saat ini. Dulu sempat dijadikan gudang barang, tapi kemudian ditinggalkan dalam keadaan kosong,” kata Awaludin warga setempat.

Datok Desa Kesehatan, Syariful Alam di lokasi kebakaran menjelaskan, bangunan ruko yang terbakar terdiri atas empat pintu gudang kosong, satu pintu berisi barang-barang aset desa dan satu pintu lagi grosir. Tidak ada satupun barang-barang yang bisa diselamatkan baik dari gudang aset desa maupun dari dalam grosir.

“Jumlah bangunan yang terbakar ada enam ruko. Lima pintu sebenarnya gudang. Tapi satu pintu kita pinjam untuk menyimpan aset desa. Satu ruko lagi grosir. Aset desa dan barang-barang grosir semuanya musnah terbakar,” kata Syariful Alam menjawab Rakyat Aceh, minggu pagi.

Menurutnya, api sempat menjalar ke rumah warga hingga menyambar barisan ruko di depan jalan raya lintas provinsi. Namun petugas Damkar dapat menghalau sijago merah dengan menembakan air dari bagian atas, sehingga sejumlah bagunan di area padat penduduk itu selamat dari kejadian.

“Saya pun ikut naik ke atas ruko memegang selang,” sebut datok.

Datok Desa Kesehatan yang baru dilantik sekitar lima bulan ini menyatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Karena empat gudang memang dalam keadaan kosong dan satu gudang aset desa tidak ada orang yang jaga.

“Saat kejadian hanya satu ruko grosir yang ada penghuninya. Warga ruko itu kebetulan belum tidur jadi cepat keluar untuk menyelamatkan diri,” terangnya.

Syariful menyebut, seluruh bangunan yang terbakar merupakan milik warga Tionghoa termasuk satu ruko grosir. Empat pintu ruko yang dijadikan gudang sudah lama kosong ditinggal penghuninya. Kondisi bangunan tidak terurus dan kontruksi kayu sudah mengalami pelapukan.

“Kalau kerugian secara keseluruhan sedang didata. Tapi kalau kerugian aset milik Desa Kesehatan sekitar Rp150 juta,” tukasnya.

Kabid Kesiapsiagaan dan Pencegahan Damkar BPBD Aceh Tamiang, M Husni mengatakan, hingga kini belum diketahui penyebab kebakaran. Saat pasukan oranye tiba di lokasi, api sudah membesar sulit dipadamkan.

“Dalam kejadian ini kita menurunkan semua armada Damkar dari Pos yang ada masing-masing, dua unit Pos 2 Kota Kualasimpang, satu unit dari Pos 1 Karang Baru, Pos 3 Upah dan bantuan satu Damkar tangki besar dari HSSE PT Pertamina EP Rantau Field,” rincinya.

Pihak BPBD mencatat, enam ruko yang hangus merupakan milik Ami, Alay, Gunin, Memey dan Aseng.

Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Ryan Citra Yudha mengatakan, penyebab kebarakan masih dalam penyelidikan. Namun pihaknya sudah melakukan olah TKP. “Kita juga akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk mengetahui penyebabnya,” sebut Ryan. (mag-86)