KUTACANE (RA) – Aktivitas galian C ilegal Marak di Aceh Tenggara. Hal itu dikatakan Ketua Pegiat LSM Lubung Informasi Rakyat (LIRA) Aceh Tenggara, Muhhamamd Saleh Selian.

“Belakangan kita melihat banyak Galian C Ilegal beroperasi di Aceh Tenggara. Keberadan galin c ini sendiri seperti ijin telah mati namun masih beroperasi di Kabupaten Aceh Tenggara untuk melakukan aktifitas eksploitasi pertambangan,” Kata Bupati Lira Aceh Tenggata Muhammad Saleh Selian, Minggu (2/8).

Bukan itu saja, selain bebas beraktifitas mengambil material galian di sungai Alas dan sungai lainnya. Keberadaanya juga diketahui tidak pernah menyetorkan pajak galian C sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 7 tahun 2014, tentang pajak mineral bukan logam dan bebatuan Rp 4.000 per kubik.

” Terkait hal ini (Galian C Ilegal) aktivis lumbung informasi rakyat (LIRA) meminta Pihak Polda Aceh kiranya mempertanyakan Ijin Tambang Ijin Produksi dan Pajak yg disetorkan,” jelasnya lagi.

Selain itu, Muhhamad Saleh juga mempertanyakan darimana BBM Armada serta mesin Galiam C tersebut didapatkan.

” ita menilai aparat hukum disini Apatis, terkait dengan Izin Galian C, makanya kita minta Pihak Polda untuk turun kesini,” katanya lagi.

Sementara berdasarkan kajian lapangan dilakukan pihak LIRA Aceh Tenggara di Kampung Karo. Pihaknya juga menemukan Galian C atau tambang yg diduga tidak memiliki ijin Tambang, Ijin Produksi serta diduga tidak menyetorkan pajak ke Pemda.

” Dilokasj Tambang tersebut ditemukan beberapa Alat berat nah darimana BBM nya kenapa Aparat Penegak Hukum Apatis,” pungkas Saleh. Rel