Guru-guru TK RUMAN Aceh memasukkan tumpukan daging ke dalam plastik sebelum dibagikan

Banda Aceh – Turut serta memeriahkan syiar Hari Raya Idul Adha 1441/2020, Sekolah Taman Kanak-kanak (TK) di bawah Lembaga Pendidikan dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (RUMAN) Aceh menyalurkan daging kurban.

Prosesi penyembelihan hewan kurban tersebut, berupa 1 sapi dan 1 kambing, digelar di halaman TK RUMAN Aceh di Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh pada Ahad (2/8/2020) pagi.

Kepala TK RUMAN Aceh, Fitri Mukirah, S.Pd., mengungkapkan, kedua hewan kurban tersebut berasal dari 8 pekurban yang semuanya warga Aceh. Termasuk seorang dosen yang berdomisili di New Zealand dan seorang lagi melanjutkan studi di Jerman.

“Awalnya kita rencanakan 130 porsi saja. Tapi, setelah disembelih, daging sapinya mencapai 142 porsi. Alhamdulillah, semoga barakah buat semua pekurban”, ujar Kirah, panggilan akrab Kepala TK RUMAN Aceh.

Setiap porsi, imbuh Kirah berikutnya, berisikan daging utama seberat 1 Kg. Lalu, ditambahi dengan tulang belulang dan bagian dalam sehingga total berat per porsinya mencapai kurang lebih 2 Kg.

“Keluarga dhuafa yang anaknya bersekolah di kita menjadi prioritas penerima daging kurban yang kita salurkan. Sedangkan Sebagian kecil lainnya adalah keluarga dhuafa di sekitaran kita yang belum mendapatkan daging selama momen kurban ini”, imbuh Kirah.

Protokol COVID-19

Sementara itu, Pembina RUMAN Aceh, Ahmad Arif yang memantau pelaksanaan ibadah tahunan tersebut mengutarakan bahwa mereka tetap menggunakan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 yang telah menjadi pandemic di Aceh.

“Setiap keluarga yang menjemput daging kurban, kita sarankan menggunakan masker. Begitu tiba, kita arahkan untuk mencuci tangan dengan sabun yang telah disediakan panitia. Lalu, saat mengantri, menjaga jarak atau physical distancing”, ujar Arif.

Selain itu, ujar Arif menambahkan, 2 tim dari RUMAN Aceh mengantarkan langsung daging kurban tersebut ke beberapa rumah di seputaran Kota Banda Aceh dan Aceh Besar yang tidak mempunyai alat komunikasi dan atau transportasi.

“Terpancar kebahagiaan pada wajah semua penerima daging kurban kali ini. Terlebih lagi yang diantarkan ke rumahnya. Sehingga mereka tetap bisa merasakan meriahnya Hari Raya Idul Adha dengan menikmati daging kurban seperti keluarga lainnya”, ungkap Arif tersenyum.

Sebagai informasi, pada tahun ajaran 2020/2021 ini, dari total sementara 83 murid, 63 anak merupakan keluarga dhuafa yang bersekolah secara gratis.

Sedangkan 11 lagi, berbayar sebagian. Sementara 9 anak keluarga mampu, mereka membayar penuh biaya pendidikan.