BIREUEN (RA)– Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Bireuen, Rizki Dasilva SPd I MA mengecam pihak yang telah membuat dan menyebar video fitnah atas kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Vokasional Muhammadiyah Bireuen, Istiarsyah.

Vidio yang sempat viral di media sosial tersebut, kepala SLB Vokasional Muhammadiyah Bireuen dituduh mengajarkan anaknya untuk mencuri uang dari kotak amal di mesjid Alue Bili, Kecamatan Baktya, Kabupaten Aceh Utara.

“Kami mendorong Bapak Istirsyah untuk mempolisikan penyebar video fitnah. Saya kaget setelah mendengar berita Bapak Istiarsyah dianggap mencuri celeng masjid dan sempat menonton video berulang kali. Seketika, saya langsung menelpon beliau memberi dukungan emosional dan memberi beberapa saran. Sehingga, keadaan kembali normal,” ujar Rizki Dasilva kepada media Rakyat Aceh, Selasa (4/7).

Sebagai sahabat dekat dan sesama pengurus FGM Bireuen, sebut Rizki, saya ingin mengklarifilasi video yang beredar di IG akun Acehwordtime yang menurut saya media ini sudah menyayat hati dan keluarga korban. Bagaimana mungkin seorang yang berjiwa sosial, berpendidikan tinggi dan guru yang baik berani mencuri. Masyarakat kita memang sangat latah, banyak yang tanpa tabayyun. Tidak pernah memikirkan bagaimana meminta maaf atas dosa-dosa lisan yang terlanjur terucap karena di pengaruhi fitnah.

“Kami dengar media ini sudah minta maaf langsung ke beliau via pesan WhatsApp. Namun, kami menyarankan untuk melapor kepihak berwajib untuk efek jera. Oknum pelaku media macam ini perlu juga dikasih pelajaran termasuk yang menyebarkan ke youtube, apalagi komen-komen dari video ini menampilkan sifat kebinatangan, sangat tidak berkemanusian,” kecamnya.

Menurutnya, kronologis sebenarnya, Bapak Istiarsyah Iskandar melakukan perjalanan pulang kampung dari Bireuen menuju Sungai Raya, Aceh Timur. Saat itu, keluarganya singgah untuk menunaikan shalat dzuhur di sebuah masjid di Alue Bili, Kecamatan Baktya Utara.

Saat singgah untuk melakukan shalat dzuhur, anak beliau mengangkat celeng kayu berwarna hijau yang ternyata celeng itu kuncinya sudah rusak dan di dalamnya ada sejumlah uang. Karena niat ingin supaya celeng ini lebih aman, beliau dan putrinya memasukkan uang itu ke dalam celeng yang tidak rusak.

Setelah selesai shalat, beliau menyuruh anaknya meletakkan celeng yang rusak ke belakang mimbar dengan tujuan agar orang-orang yang akan bersedekah nantinya, tidak memasukkan ke celeng yang rusak supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saya mendukung beliau untuk melaporkan pelaku ke pihak berwajib. Pak istiarsyah merupakan salah satu aset Aceh. Beliau adalah orang terdidik yang berpendidikan S3 pendidikan khusus. Bahkan, beliau salah satu narasumber nasional melatih guru-guru SLB di seluruh Indonesia,” sebut putra Juli itu. (akh)