Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan sejumlah pejabat terkait melakukan penanaman manggrove dalam rangka hari manggrove internasional di Peukan Bada, Aceh Besar, Selasa, (4/8/2020) Foto Humas Pemerintah Aceh

BANDA ACEH (RA) – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menanam mangrove pada peringatan hari mangrove sedunia di Lamguron, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Selasa (4/8/2020).

Tahun ini peringatan hari mangrove sedunia atau yang  disebut dengan International Mangrove Day direfleksikan melalui  Gerakan  Penanaman  2.020 batang mangrove secara serentak di setiap provinsi.

Khusus di  Aceh, penanaman 2.020 batang mangrove ini dipusatkan di Gampong Lamguron, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh  Besar.

Dasar pelaksanaan peringatannya adalah bahwa pada Tahun 2015,  UNESCO secara resmi  menetapkan tanggal 26 Juli 2016  sebagai International Mangrove  Day dalam sebuah dokumen “Proclamation of the International  Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem”.

Nova Iriansyah dalam pernyataannya menyebutkan, pelestarian hutan  mangrove sangat penting dilakukan dalam mitigasi perubahan iklim global.

Di Aceh sendiri, kata Nova, populasi mangrove selama ini relatif cukup baik. Namun begitu masih tetap perlu dilakukan pemeliharaan dan sosialisasi berkelanjutan bagi generasi muda agar tumbuhnya kesadaran menjaga hutan mangrove.

“Harus kita tingkatkan sosialisasi kepada generasi muda, generasi masa depan, bahwa mangrove memiliki fungsi ekologis yang begitu tinggi,” kata Nova yang datang ke lokasi bersama istrinya, Dyah Erti Idawati.

Pasca tsunami 2004, lanjut Nova, kondisi hutan mangrove yang sempat hancur di kawasan Peukan Bada sudah kembali tumbuh dengan baik. “Artinya daerah ini sangat potensial untuk mereproduksi dirinya sendiri,” kata Nova.

Berdasarkan data yang terdokumentasi di Kementerian  Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sebaran mangrove di Aceh memiliki luas sekitar 30.000  hektar yang tersebar di beberapa  hamparan, salah satunya di  Gampong Lamguron, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten  Aceh  Besar.

Selain berfungsi sebagai penyerap karbon di udara, Ekosistem  Mangrove memiliki fungsi secara  fisik, biologis dan ekonomis.

Secara fisik, ekosistem Mangrove  berfungsi sebagai peredam  gelombang dan angin agar tidak  merusak daratan di sekitarnya,  menahan abrasi pantai, mencegah terjadinya intrusi air laut ke  daratan, dan mempercepat perluasan daratan.

Secara biologis berfungsi l sebagai  sumber plasma nutfah, habitat  berbagai satwa, tempat bertelur, tempat pengasuhan, dan tempat  mencari makan berbagai biota  laut.

Sedangkan secara ekonomis,  keberadaannya sangat penting  untuk menghasilkan berbagai  produk, baik kayu dan non kayu  yang menjadi daya dukung bagi kehidupan manusia.

Kegiatan penanaman mangrove di Lamguron turut dihadiri Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem, Wiratno,

Kepala Biro Hunas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh,  Syahrial, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Agus Arianto, serta sejumlah pejabat lainnya. [Ra]