Proses pemakaman jenazah K mengikuti protokol kesehatan COVID-19, karena dinyatakan reaktif hasil rapid tes saat menjalani perawatan medis akibat kecelakaan lalu lintas beberapa waktu lalu, Selasa (4/8). (ikhsan/rakyat aceh)

MEUREUDU (RA) – K (17) seorang santri salah satu dayah di Kabupaten Bireuen, meninggal karena kecelakaan, dimakamkan mengikuti protokol kesehatan COVID-19, Selasa (4/8). Rapid tes K diketahui reaktif.

Rapid tes korban warga Gampong Musa Baroh, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya dilakukan di RSUD Tg Chik Di Tiro Sigli, saat dilakukan penanganan medis akibat kecelakaan dialaminya pada Minggu (2/8) lalu di Kecamatan Geulumpang Baro, Pidie.

Seorang temannya berinisial R (18) warga Simpang Kiri, Aceh Singkil juga menjalani rapid tes di rumah sakit yang sama.

Berdasarkan informasi dihimpun Rakyat Aceh, sebelumnya pihak keluarga korban sempat menolak anaknya dimakamkan dengan protokol kesehatan (prokes) COVID-19. Namun, setelah mendapat penjelasan dari tim gugus tugas COVID-19 Pidie, akhir pihak keluarga menerima.

Setelah mendapat persetujuan pihak keluarga, tim berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Pidie Jaya menjemput dan memakamkan jenazah K sesuai prokes.

Kepala Pelayanan RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli, dr. Dwi Wijaya, mengatakan meskipun korban reaktif Covid-19, korban bukan meninggal karena virus tersebut, melainkan karena luka dalam serius dialami saat kecelakaan.
“Namun, karena pasien reaktif Covid-19, maka pemakamannya kita anjurkan menggunakan protokoler kesehatan,” ujarnya.

Kopolres Pimpin Pemakaman
Pemulasaran serta pemakaman jenazah K dipimpin langsung Kapolres Pidie Jaya, AKBP Musbagh Ni’am beserta petugas yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

“Saya turun langsung memandikan, mengkafani hingga memakamkan jenazah, karena saya telah mengetahui dan paham tata cara pemulsaran jenazah Covid-19,” kata Musbagh Ni’am kepada Rakyat Aceh yang menggunakan APD lengkap di lokasi pemakaman.

Selain untuk memastikan jenazah sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19, walaupun hasil swabnya belum keluar, juga sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 jika dilakukan pemulsaran secara umum. Begitupun untuk mengedukasi petugas-petugas dalam menangai jenazah Covid-19.

“Walaupun hasilnya swabnya belum keluar, tapi hasil rapid tesnya reaktif, upaya pencegahan penyebaran virus haris dilakukan,” tandas Kapolres. (san/min)