Puluhan Warga berasal dari empat desa datangi RSU Muyang Kute, Bener Meriah, Selasa (4/8). Masyarakat menolak rumah sakit dijadikan lokasi karantina dan isolasi pasien COVID-19. MASHURI | RAKYAT ACEH

Demo Warga Empat Kampung di Kecamatan Bukit

REDELONG (RA) – Puluhan masyarakat dan aparatur kampung berasal dari empat Kampung di Kecamatan Bukit, gelar aksi demo ke RSU Muyang Kute, Bener Meriah, Selasa (4/8), menolak rumah sakit tersebut dijadikan lokasi karantina pasien COVID-19.

Ridwan, Reje Kampung Kute Kering, kepada Rakyat Aceh menyampaikan puluhan masyarakat dan aparatur Kampung Kute Kering, Serule kayu dan Kampung Kute Lintang serta Kampung Kute Tanyung, menolak agar RSU Muyang Kute Bener Meriah dijadikan sebagai tempat karantina dan isoladi mandiri.

Menurutnya jika rumah sakit dijadikan lokasi isolasi mandiri akan berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar yang selama ini berjualan disana.

“Otomatis masyarakat sekitar tidak boleh berjualan lagi sementara kebanyakan dari mereka menyewa rumah,” ungkap Ridwan.

Selain itu katanya, masyarakat juga menuntut para petugas yang keluar dari rumah sakit tidak menggunakan pakaian APD, karena mengakibatkan masyarakat ketakutan.

“Kami juga meminta agar untuk saat ini pintu masuk menuju rumah sakit melalui pintu samping bukan pintu gerbang depan” ujarnya.

Dia juga menambahkan, masyarakat saat ini masih menuggu jawaban dari Bupati Bener Meriah agar tidak menjadikan RSU tersebut sebagai tempat isolasi.

Tanya Langsung ke Bupati
Sementara itu Juru Bicara Satgas Covid-19 Riswandika kepada Rakyat Aceh menyampaikan, RSU Muyang Kute saat ini hanya dijadikan tempat karantina sementara, akibat tempat isolasi gedung BLK bener Meriah penuh.

“Kami juga tidak dapat menjamin RSU tersebut tidak dijadikan sebagai tempat isolasi dan masyarakat yang datang juga tidak membolehkan kami menjawab, karena bukan kapasitas kami. Masyarakat harus ke Bupati Bener Meriah guna mendapat jawaban langsung,” ungkapnya.

Terkait tuntutan masyarakat tenaga kesehatan keluar dari komplek rumah sakit tidak menggunakan APD sudah juga sudah disanggupi. “Begitu juga terkait permintaan masuknya pasien dari pintu samping RSU tersebut juga kita sanggupi,” ungkapnya.

Sementara itu katanya, terkait permintaan untuk agar para pedagang untuk membuka toko di wilayah RSU Muyang Kute dalam waktu dekat juga akan kembali dibuka.

“Saat ini kami sedang mengakaji dan mempertimbangkan keamanannya sebab kita sedang melakukan swab terhadap ratusan warga yang sebelumnya sempat kontak erat dengan pasien postif,” ujarnya

Riswandika menyebutkan, saat ini telah berencana untuk menambah tempat isolasi khusu untuk tenaga kesehatan di Mespemda Bener Meriah.” jadi tenaga kesehatan yang bertugas tidak lagi pulang kerumah” jelasnya.

Pihaknya juga mengaku, merencanakan rumah dinas DPRK Bener Meriah sebagai tempat isolasi .” Kita juga saat ini sedang mengkaji tempat-tempat mana saja yang bisa dijadikan sebagai tempat isolasi dan karantina,” terangnya.

295 Orang Sudah Dites Swab
Selajutnya tim Gugus tugas percepatan penanganan COVID-19, Kabupaten Bener Meriah, hingga saat ini sudah melakukan test swab kepada 295 orang yang sebelumnya sempat kontak erat dengan pasien Covid-19.

Menurut Riswandika, jumlah kontak erat terdata saat ini di Kabupaten Bener Meriah bertambah menjadi 696 orang. “Ini hari ketiga tes swab dan kita lakukan terhadap 86 orang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif COVID-19” ujarnya.

Ia menamabahkan, dua hari kebelakang, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, bersama Tim Dinkes, RSUDMuyang Kute, dan Tim Taskforce telah melakukan test SWAB terhadap 209 orang kantak erat.

“Hari ini, tim tersebut juga melakukan test SWAB kembali kepada 86 orang kontak erat yang baru, jadi, selama tiga hari total test SWAB yang telah kita lakukan sebanyak 295 orang.”terang Riswandika Putra.

“Kami juga berharap bagi warga yang belum dan telah dilakukan test SWAB untuk dapat melakukan isolasi mandiri dengan ketat,” harap Riswandika Putra, S.STP, M.AP. (uri/min)