Calang (RA) – Dituding membawa kabur istri orang Kepala ULP Aceh Jaya telah melaporkan atas pencemaran nama baik yang telah di share secara berantai melalui media sosial terkait penghadangan di Pintoe Rime Gayo beberapa waktu lalu, Minggu (2/8).

Berawal dari penghadangan, yang langsung dilakukan Darli pada minggu (2/8) beberapa waktu pengintaian tersebut dilakukan sejak istrinya keluar dari rumah untuk menjemput Mahdi di penginapan lalu mereka menuju ke arah Takengon bersama anak-anaknya.

Untuk mengetahui gerak gerik keduanya, Darli, mengatakan saya mengikuti sejak istri keluar dari rumah hingga menjemput Mahdi pergi ke arah Bener Meriah, sebelumnya sempat melakukan pengejaran dengan menggunakan sepeda motor dan berhasil dihentikan di kawasan Pinto Rime, Selasa (4/8) Malam kata Darli sepulang dari SPKT Polres Aceh Jaya.

Memang kasus tersebut sempat dibawa ke Polsek Juli , namun dilimpahkan ke Satpol PP dan WH namun hingga kini Mahdi masih bebas, kami sudah capek kasus tersebut sempat dilimpahkan namun masih bebas.

Kami meminta hanya Mahdi diproses hukum karena merusak rumah tangga saya, dan saya menduga mereka telah menikah sesuai ada pengakuan beberapa saksi, memang awal mulanya hubungan tersebut mulai diketahui sejak 2015, selain itu sempat dimediasi untuk diperingati agar tidak terulang kembali untuk mengganggu rumah tangga orang lain, namun peringatan tersebut tidak dihiraukan

Dirinya menambahkan, Sudah sering di ingatkan namun tetap saja diulang kembali walau telah sempat mintak maaf, saya maafkan namun kembali terulang kembali, memang kondisi rumah tangganya telah memasuki tahap menunggu keputusan di Pengadilan.

Dirinya yang juga turut didampingi kuasa Hukum, akan kembali melaporkan perihal pernikahan tersebut setelah adanya bukti jika istrinya diduga telah menikah sebelum adanya putusan pengadilan dirinya terkait istri minta cerai.

Sebagaimana dikatakan Kepala ULP Aceh Jaya, Mahdi dirinya membantah atas tudingan tersebut , telah melaporkan kasus tersebut yang disebar luaskan video yang direkam melalui media sosial facebook pada tanggal 4 Agustus 2020 atas nama akun Adi Bro Cs dengan nomor LP/210/VIII/YAN 2.5/2020 SPKT tanggal 6 Agustus 2020.

Mengapa hal itu saya katakan, karena saat pergi kita berenam saudari T, menjemput saya di depan penginapan. Kita hendak jalan-jalan saja. Lalu, mengapa saya dibilang bawa lari istri orang? Saya tidak  jemput dia di rumahnya dan belum ada 1X24 jam kita jalan.

Yang perlu diketahui, untuk permasalahan rumah tangga saudari T dan suaminya D, itu sudah masuk ranah di Makamah Syariah. Tinggal menunggu inkrah saja mereka sudah lama pisah ranjang dan rumah status kita hanya berteman.

Jadi, dalam hal ini, tudingan tersebut tidak tepat dan sudah merusak nama baik saya dan keluarga. Apalagi dengan menyebarnya video tentang saya di sosial media secara berantai dan membawa nama kantor tempat saya bekerja , kata Mahdi

Sebagaimana yang dikatakan Trisnahayati, (43) menjelaskan hubungan rumah tangganya sedang dalam proses di Makamah Syariah, tinggal menunggu keputusan inkrah. “Saya dan suami sudah lama pisah ranjang dan tempat tinggal. Dia juga sudah tidak pernah menafkahi, baik lahir dan batin, dan juga biaya kehidupan anak-anak, sejak satu tahun belakang”.

Saya dengan sauadara Mahdi, kita hanya teman. Kalaupun dibilang ada pendekatan, itukan hal wajar. Tapi tidak sejauh apa dibayangkan orang. Kita masih tahu aturan agama. Kejadian pada minggu, 2 Agustus 2020 Pukul 11.00 WIB, saya menjemput saudara Mahdi, didepan penginapan yang ada di salah satu Kota Bireun. Saat itu kita pergi bukan berdua saja, ada anak dan keponakan saya di dalam mobil. Semuanya kita berenam

Saat dihadang di Kecamatan Juli, oleh suami, guna menjaga hal tidak diinginkan, saya menyuruh saudara Mahdi, melanjutkan perjalanan, untuk menyelamatkan diri Polsek, Sedangkan saya, bersama anak dan ponakan turun di lokasi tersebut. Jadi saya tegaskan saudara Mahdi bukan  melarikan saya dengan mobil saya.Trisna (say)