Para remaja memanfaatkan bibir pantai Ujong Blang untuk bermain bola. (ichsan maulana/rakyat aceh)

Oleh: ICHSAN MAULANA, Lhokseumawe

Mega jingga menyelimuti langit Pantai Ujong Blang. Satu kapal nelayan baru saja berangkat, hendak melabuhkan pukat. Sementara beberapa pengunjung saling bercengkrama, menikmati sore dengan makanan ringan.

Masih di sisa suasana lebaran Idul Adha, Pantai Ujong Blang menjadi salah satu destinasi warga untuk berpergian, menikmati momen. Meski terancam abrasi, Ujong Blang seolah berpacu dengan waktu untuk tetap bertahan. Beberapa tempat berteduh, usaha warga tampak lebih banyak yang sudah direnovasi.

“Sekarang boleh dibilang sudah ada perubahan, gak terlihat kumuh seperti beberapa tahun lalu. Beberapa tahun lalu, pondok untuk berteduh terkesan lambat diperbaiki, jadi kurang enak dilihat,” kata Sarah, pengunjung asal Bireuen.

Selain kunjungan warga dari beberapa kabupaten/kota di Aceh ke Pantai Ujong Blang, Lhokseumawe, pemandangan sore terasa lebih hidup karena beberapa remaja atau pemuda setempat, memanfaatkan bibir pantai untuk berolahraga, main bola. Muhammad, Rizky, dkk tampak begitu menikmati mengolah si kulit bundar.

Masih di area Pantai Ujong Blang, ada satu desa (gampong) bernama Ulee Jalan. Gampong dekat pantai ini telah melahirkan salah seorang pesepakbola handal. Ia adalah Yasvani. Pemain yang juga kapten PSLS Lhokseumawe. Ia juga membawa tim Aceh meraih mendali emas di ajang Porwil beberapa waktu yang lalu sekaligus lolos ke PON.

“Itu kampung saya, sering dulu saya menghabiskan waktu latihan di bibir pantai Ujong Blang,” terang Yasvani kepada Harian Rakyat Aceh, Rabu (5/8).

Saat ini, dirinya sedang mengikuti pemusatan Training Center (TC) di Kota Lhokseumawe guna persiapan PON Papua. Meski diundur ke tahun 2021, sejumlah persiapan tetap dilakukan tim Aceh. Bahkan salah satu menu latihan ialah berlatih di pantai Ujong Blang.

Waktu berlalu, jingga kemerahan terus turun ke cakrawala laut Ujong Blang, pertanda magrib segera datang. Para pengunjung mulai meninggalkan tempat, remaja yang tadinya asik bermain bola akhirnya berhenti. Bagi mereka, terdengar tilawah dari masjid adalah peluit akhir. **