Aceh Tamiang Pesan 1000 Cartidge Swab Ruang Isolasi Ditambah

ACEH TAMIANG (RA) – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang (Pemkab Atam) berencana membeli 1000 unit cartidge swab untuk persediaan pemeriksaan Covid-19 yang akan dilakukan secara massal.

Saat ini cartridge tersebut tengah dipesan dari Jakarta melalui vendor yang tak lama lagi datang ke Aceh Tamiang. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, Ibnu Azis kepada Rakyat Aceh di Karang Baru, Minggu (9/8).

Disebutkan, harga satuan cartridge berkisar Rp650 ribu/unit untuk sekali pakai. Anggaran belanja cartridge ini merupakan bantuan dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh sekitar Rp1,3 miliar. Sementara Dinkes Aceh Tamiang sudah memiliki mesin swab sendiri.

“Sebagian bantuan dari provinsi itu akan kita belikan cartridge. Cartridge ini sangat penting untuk mengetahui hasil sampel Covid-19,” ujarnya.

Tes cepat molekuler (TCM) cartridge menurut Ibnu Azis, sama halnya seperti PCR untuk mendiagnosis Covid-19. Jika cartridge ini sudah tersedia, pemeriksaan bisa dilakukan di RSUD dan hasil swab-nya pun bisa diketahui di Aceh Tamiang. “Jadi kita tidak perlu lagi mengirim sampel swab ke Banda Aceh, cukup disini saja,” terang Azis.

GOR Dijadikan Tempat Karantina

Diketahui kasus positif Covid-19 di Aceh Tamiang medio Juli hingga awal Agustus 2020 terus merangkak naik. Data teranyar, jumlah warga Aceh Tamiang terpapar positif corona sebanyak 46 orang, kasus lama dan baru. Namun per tanggal 7 Agustus 2020 sebanyak 20 orang pasien dinyatakan sembuh, sedangkan 26 orang lagi masih menjalani isolasi mandiri.

Meroketnya jumlah pasien reaktif/positif Covid-19 membuat Pemda setempat harus menyediakan ruang isolasi lebih banyak lagi. Selama ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh Tamiang telah memanfaatkan Wisma SKB Karang Baru untuk ruang isolasi terdiri dari 14 kamar. Tempat karantina selanjutnya akan menyasar GOR dan RSUD Aceh Tamiang.

“GOR akan kita gunakan, dengan menambah 50 unit bad/tempat tidur untuk pasien setelah GOR siap di renovasi,” sebut Azis.

Selain itu, tambah Ibnu Azis, ruang isolasi juga disiapkan di RSUD Aceh Tamiang. Sebelumnya sudah ada 10 ruang isolasi di RS plat merah ini, sekarang telah ditambah menjadi 26 ruang karantina. Sesuai ketentuan, menurut Kadinkes rumah sakit harus menyidiakan 10 persen kamarnya untuk ruang karantina.

“Jadi kalau sekarang di RSUD ada 260 kamar, maka 26 kamar khusus untuk karantina Covid-19,” tukasnya.

Di hari yang sama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Tamiang mengumumkan, sembilan kasus positif orang tanpa gejala atau asimptomatik sembuh. Kemudian disusul 11 orang dengan kasus serupa juga sembuh dan selesai isolasi mandiri.

“Ke 11 orang ini termasuk dari kluster Kampung Puwordadi, Kejuruan Muda yang sebelumnya di isolasi di Wisma SKB Karang Baru dan sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) IGD, mereka telah selesai dikarantina mandiri,” kata dr Hardekky selaku Jubir Tim Gugus Tugas Covid-19 Aceh Tamiang. (mag86/ra)