Peringati Hari Kemerdekaan RI Ditlansat Bagi 1000 Masker Merah Putih

Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani SIK MH, membagikan masker Merah Putih pada pengguna jalan yang tidak menggunakan masker di Simpang Lima, Kota Banda Aceh, Senin (10/8). IST/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia dan mengantisipasi bertambahnya jumlah korban covid-19 di Aceh, puluhan personel Ditlantas Polda Aceh membagikan 1000 masker Merah Putih kepada masyarakat pengguna jalan yang tidak menggunakan masker di Simpang Lima, Kota Banda Aceh, Senin (10/8).

Kegiatan itu dipimpin Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol Dicky Sondani SIK MH, bersama 50 personel Ditlantas lainnya.

Dirlantas menjelaskan, pembagian masker ini disebabkan masih kurangnya kesadaran dari masyarakat untuk menggunakan masker saat mengendarai kendaraan bermotor dan alasan lupa membawa masker oleh pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan masker tersebut.

Dari hasil pengamatan di lapangan saat pembagian masker, masyarakat yang menggunakan masker saat mengendarai sepeda motor hanya 45 persen. “Jadi belum maksimal penerapan protokol kesehatan di Aceh,” ujar Dirlantas.
Karena itu, Ditlantas Polda Aceh akan lebih intensif mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dalam rangka mencegah covid-19.

Dirlantas juga mengimbau masyarakat agar lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan supaya jumlah korban covid 19 tidak bertambah lagi.

Masuk Aceh Harus Periksa Covid
Terkait daerah perbatasan Aceh dengan Sumut, Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan setiap penumpang kendaraan bermotor yang masuk wilayah Aceh harus menjalani pemeriksaan covid-19.

“Semua penumpang kendaraan bermotor dari luar Aceh yang masuk Aceh harus menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai upaya mencegah penyebaran covid-19,” kata Dicky Sondani.

Ia menyebutkan pemeriksaan kesehatan dilakukan di empat pintu masuk wilayah Aceh, yakni di Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Subulussalam dan Aceh Singkil.

Menurut dia, pemeriksaan dilakukan tim kesehatan dengan cara mengukur suhu tubuh dan tes reaktif. Jika ada penumpang dengan suhu tubuh melampaui batas serta reaktif, maka tidak diperbolehkan masuk Aceh.

“Pemeriksaan ini sebagai upaya mencegah penyebaran covid-19. Apalagi Aceh berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara, yang termasuk zona merah,” kata Dicky Sondani.

Mantan Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan itu menyebutkan pemeriksaan kesehatan di perbatasan Aceh dengan Sumatera Utara tersebut untuk mencegah penyebaran dan penularan covid-19.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan agar penyebaran virus corona di Aceh tidak meningkat. Apalagi, menurut dia, sekarang ini terjadi peningkatan kasus positif covid-19 di Provinsi Aceh.

“Kepada warga Aceh dari luar Aceh terindikasi reaktif, kami minta menjalani karantina terlebih dahulu selama 14 hari sebelum bertemu keluarganya. Hal ini untuk mencegah penyebaran covid-19,” kata Kombes Pol Dicky. (bai)